London – West Ham United selangkah lagi mengamankan tanda tangan gelandang muda Mateus Fernandes dari Southampton setelah sang pemain menyelesaikan tes medis di ibu kota. Transfer signifikan dengan nilai mencapai lebih dari 40 juta poundsterling (sekitar Rp 876 miliar) ini menjadi langkah krusial bagi pelatih Graham Potter untuk memperbaiki performa tim yang terpuruk sejak awal musim.
Kesepakatan transfer Mateus Fernandes, gelandang berusia 21 tahun, dilaporkan mencapai 35 juta poundsterling (sekitar Rp 766 miliar) di awal, ditambah bonus-bonus yang membuat total paket menembus angka 40 juta poundsterling, termasuk klausul penjualan kembali.
Namun, laporan lain menyebut nilai transfer sedikit berbeda, yakni sekitar 38 juta poundsterling (Rp 832 miliar), dengan rincian biaya awal 35 juta poundsterling (Rp 766,5 miliar) ditambah 3 juta poundsterling (Rp 65,7 miliar) dalam bentuk add-ons, serta klausul 15% untuk penjualan berikutnya.
Sebelumnya, Southampton bersikeras mempertahankan harga 50 juta poundsterling (sekitar Rp 1,1 triliun) untuk gelandang asal Portugal tersebut. Namun, setelah beberapa kali menolak tawaran, mereka akhirnya sepakat melepas Fernandes.
Pemain muda ini menjadi target utama Graham Potter di bursa transfer musim panas, mengingat West Ham sangat membutuhkan tenaga segar di lini tengah.
Fernandes tampil impresif musim lalu dengan torehan empat gol dan tujuh assist, meskipun Southampton harus terdegradasi dari Premier League.
Kehadirannya diharapkan dapat membawa kreativitas serta keseimbangan di lini tengah West Ham yang tengah menghadapi masa sulit. The Hammers selalu kalah dalam tiga laga awal musim ini, kebobolan 11 gol, dan bahkan sudah tersingkir dari Carabao Cup.
Selain Fernandes, West Ham juga hampir merampungkan transfer gelandang Monaco, Soungoutou Magassa, dengan nilai 17 juta poundsterling (sekitar Rp 372 miliar).
Jika terealisasi, kedua pemain ini akan melengkapi daftar rekrutan anyar The Hammers musim panas ini. Sebelumnya, West Ham telah mendatangkan El Hadji Malick Diouf, Kyle Walker-Peters, Callum Wilson, Mads Hermansen, serta Jean-Clair Todibo.
Situasi ini menjadi langkah darurat bagi Graham Potter yang menghadapi tekanan besar usai tiga kekalahan beruntun. Potter bahkan sempat mencoba James Ward-Prowse dan Guido Rodriguez di laga melawan Wolves, namun duet tersebut gagal mengendalikan permainan.
Kehadiran Fernandes dan Magassa diharapkan dapat memberi energi baru bagi West Ham yang tengah terpuruk di dasar klasemen Premier League. Dengan kombinasi pemain muda bertalenta, Potter berharap mampu membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan publik London Stadium.

