Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta secara resmi menghentikan pemutaran lagu “Sepasang Mata Bola” di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan, serta lagu “Bengawan Solo” di Stasiun Solo. Keputusan ini diambil karena persoalan administrasi royalti, sebagai langkah untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi hak cipta. Penghentian pemutaran lagu-lagu ikonik ini telah berlaku sejak Juli lalu.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, pada Kamis, 28 Agustus 2025, menjelaskan bahwa langkah tersebut bersifat sementara. Pihaknya berupaya memastikan semua ketentuan terkait izin dan kewajiban royalti bagi pencipta atau pemegang hak cipta dapat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku.
Untuk saat ini, tidak ada lagu pengganti yang diputar untuk menyambut kedatangan atau melepas keberangkatan kereta api di 10 stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Pengecualian adalah lagu “Indonesia Raya” yang tetap dikumandangkan setiap pukul 10.00 WIB.
Feni menambahkan, KAI terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan proses administrasi penggunaan lagu-lagu khas tersebut. Pemutaran lagu-lagu itu baru akan kembali dilakukan setelah seluruh kewajiban terpenuhi. “Langkah ini bukanlah bentuk penghapusan, melainkan penyesuaian untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi,” tegasnya.
Lagu “Sepasang Mata Bola” ciptaan Ismail Marzuki pada tahun 1946, merupakan keroncong bernuansa patriotik dan romantis. Lagu ini telah lama menjadi ikon yang menghibur penumpang di stasiun-stasiun Yogyakarta, menggambarkan perjalanan seorang pejuang dari Jakarta ke Yogyakarta menggunakan kereta api.
Stasiun Yogyakarta sendiri merupakan salah satu stasiun terpadat di wilayah Daop 6, melayani tidak hanya wisatawan domestik tetapi juga mancanegara.
Selama periode Juli 2025, Daop 6 Yogyakarta mencatat telah melayani 46.016 warga negara asing (WNA) yang menggunakan KA Jarak Jauh di wilayahnya, termasuk Solo dan sekitarnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 77% jika dibandingkan dengan bulan Juni 2025 yang tercatat melayani 26.000 WNA.
Secara rinci, Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan jumlah penumpang WNA terbanyak pada Juli 2025, diikuti oleh Stasiun Solo Balapan dan Stasiun Lempuyangan.
Antusiasme wisatawan asing untuk menggunakan layanan kereta api tidak terlepas dari kenyamanan, kemudahan akses, serta terintegrasinya layanan dengan destinasi-destinasi unggulan di Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya.

