IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Investor Singapura Caplok 56,8% Saham Teguk, Kuasai TGUK

Manuver investor Singapura caplok 56,8% saham Teguk (TGUK), jadi pengendali baru

Jakarta – Investor Singapura Visionary Capital Global Pte. Ltd. resmi menjadi pengendali baru PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), emiten pengelola jaringan gerai minuman Teguk, setelah menguasai 56,84 persen saham perseroan dengan nilai transaksi sekitar Rp 40 miliar.

Dalam aksi korporasi itu, Visionary Capital membeli 2,03 miliar saham TGUK pada harga Rp 20 per saham. Akuisisi tersebut dimaksudkan untuk mendukung ekspansi usaha perusahaan lewat sinergi dan kolaborasi dengan pengendali baru.

Manajemen menilai perubahan pengendali ini berpeluang mendorong kenaikan nilai perusahaan sekaligus memperbaiki prospek bisnis TGUK ke depan. Visionary Capital sendiri memiliki hubungan afiliasi dengan emiten tersebut.

Sejumlah nama juga tercatat rangkap posisi di kedua perusahaan. Janni disebut sebagai pemegang saham Visionary Capital sekaligus pemegang saham TGUK. Antonius Bobby Siswanto tercatat sebagai pemegang saham dan direktur Visionary Capital, serta pemegang saham sekaligus Komisaris Utama TGUK. Sementara itu, Agus Suhada merupakan pemegang saham Visionary Capital dan menjabat Direktur Utama TGUK.

“Sebagai pengendali baru TGUK, VCG menunjuk PT Artha Global Trikanaka Investama sebagai pihak yang akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018,” tulis Antonius Bobby Siswanto, Direktur Visionary Capital Global, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Selasa (6/10).

Eri Budiono Ajukan Mundur, Bank Neo Siapkan RUPS

Jauh sebelum pergantian pengendali ini, TGUK telah menyusun ulang strategi bisnis sejak akhir 2025. Langkah itu ditempuh melalui diversifikasi usaha dan penyesuaian model bisnis agar lebih efektif.

Diversifikasi dilakukan dengan masuk ke perdagangan frozen meat dan frozen processed food sebagai sumber pendapatan baru di luar bisnis utama food and beverage. Kegiatan usaha tersebut sudah memperoleh persetujuan pemegang saham dan masuk dalam Anggaran Dasar Perseroan.

Di saat yang sama, TGUK menjalankan strategi selective expansion dengan membuka gerai baru secara selektif, berdasarkan potensi pasar, tingkat profitabilitas, dan efisiensi operasional. Perseroan juga mengevaluasi gerai yang kinerjanya tidak optimal.

TGUK turut mengembangkan konsep Toko Daging Platinum. Gerai ini menggabungkan penjualan minuman Teguk, makanan siap saji, frozen meat, dan frozen processed food dalam satu lokasi untuk menggenjot produktivitas sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Untuk memperbesar jangkauan pasar, perusahaan mengandalkan berbagai kanal distribusi, mulai dari jaringan agen dan distributor atau general trade, penjualan korporasi atau business to business, hingga kanal digital. Dari sisi operasional, efisiensi ditempuh lewat optimalisasi modal kerja, pengelolaan persediaan, penguatan distribusi, dan pengendalian biaya.

Bisnis Lokal Kuasai Pembayaran Internasional dengan Strategi Efisien

Manajemen menyebut rangkaian strategi itu telah berdampak pada kenaikan volume transaksi dan perluasan basis pelanggan.

Komentar