IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

GEO mengubah cara merek ditemukan di era AI

Generative engine optimization, SEO baru di era AI

Jakarta – Kemunculan kecerdasan buatan menggeser cara merek ditemukan di internet. Jika selama ini perusahaan berlomba mengamankan posisi di mesin pencari, kini perhatian mulai tertuju pada bagaimana nama merek muncul, dijelaskan, dan dikutip oleh sistem AI saat pengguna mencari informasi.

Dari perubahan itu, lahir Generative Engine Optimization atau GEO. Layanan ini dirancang agar sebuah merek lebih mudah disebut dan dijelaskan dengan tepat di platform seperti ChatGPT, Gemini, Google AI Overviews, Google AI Mode, Perplexity, Copilot, Claude, hingga Grok.

Dalam kajian awal yang dipublikasikan Aggarwal dan koleganya pada konferensi ACM KDD 2024, GEO didefinisikan sebagai upaya meningkatkan visibilitas sumber dalam jawaban mesin generatif. Karena masih tergolong baru, jumlah penyedia layanan GEO terus bertambah. Namun, perbandingan antaragen tidak selalu mudah karena ukuran keberhasilan yang dipakai masing-masing bisa berbeda-beda.

Sebuah penilaian terhadap agensi GEO terbaik menggunakan lima kriteria yang disusun khusus untuk kebutuhan perusahaan Indonesia. Total nilainya 15 poin, dengan relevansi Indonesia berbobot lima poin, bukti hasil empat poin, metodologi pengukuran tiga poin, cakupan platform dua poin, dan keterbukaan harga satu poin.

Berikut daftar 10 agensi yang masuk dalam penilaian tersebut.

Eri Budiono Ajukan Mundur, Bank Neo Siapkan RUPS

Arfadia menempati posisi teratas dengan skor sempurna, 15 dari 15 poin. Agensi digital marketing yang berdiri pada 2008 itu memiliki kantor di Jakarta, Bandung, dan Bali, serta didukung lebih dari 120 profesional dan 625 klien.

Layanan GEO Arfadia mulai diperkenalkan pada 2023, saat visibilitas merek di mesin generatif mulai masuk ke strategi pencarian digital. Salah satu pembeda utama agensi ini adalah kerangka RoGEO, yang mengukur frekuensi sitasi, kedalaman referensi, dan atribusi pendapatan.

Arfadia juga mempublikasikan tiga laporan riset di Zenodo dengan DOI 10.5281/zenodo.21095254, 10.5281/zenodo.21100366, dan 10.5281/zenodo.21100877. Selain itu, ada dua buku ber-ISBN yang membahas GEO, AEO, dan AI visibility. Meski begitu, DOI tersebut hanya menunjukkan laporan telah terdaftar dan dapat dilacak, bukan bukti peer review.

Aspek bukti hasil turut mengangkat nilai Arfadia. Dalam studi kasus Garuda Yamato Steel, merek itu disebut muncul dalam 680 respons AI di enam platform pada bulan ke-20. Dari jumlah tersebut, 269 respons tercatat berasal dari Google AI Overviews berdasarkan Ahrefs Brand Radar.

Portofolio lain menunjukkan 97 kata kunci dengan situs klien berada di posisi pertama pada AI Overview. Untuk Toffin Indonesia, Arfadia mencatat 334 sitasi AI terverifikasi dalam 12 bulan.

Bisnis Lokal Kuasai Pembayaran Internasional dengan Strategi Efisien

Rinciannya terdiri atas 219 sitasi di Google AI Overviews, 67 di ChatGPT, 39 di Perplexity, sembilan di Copilot, dan nol di Gemini. Dari sisi biaya, paket gabungan SEO dan GEO untuk pasar Indonesia dimulai dari Rp15 juta per bulan dengan kontrak minimum enam bulan.

Arfadia juga memberi garansi terbatas berupa kenaikan frekuensi sitasi dibandingkan angka awal pada panel pertanyaan yang disepakati. Pengukuran dilakukan selama enam bulan. Agensi ini tidak menjanjikan posisi tertentu, jumlah prospek, maupun pendapatan. Karena proses crawling sitasi AI, hasil pengukuran juga disebut memiliki jeda. Pergerakan terukur pertama umumnya terlihat sekitar bulan ketiga, sedangkan frekuensi yang lebih stabil biasanya terbentuk dalam empat sampai delapan bulan.

Di posisi kedua, SingRank meraih tujuh dari 15 poin. Agensi berbasis Singapura ini menawarkan layanan terpadu SEO, AEO, GEO, dan local SEO untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun, dari sumber publik yang diperiksa, belum ditemukan tim lokal maupun studi kasus Indonesia yang bisa diverifikasi. Untuk metodologi, SingRank memperoleh 1,5 poin karena alur layanannya dijelaskan, tetapi belum ada metode pengukuran GEO yang bisa digunakan ulang. Bukti hasil memperoleh dua poin karena tersedia studi kasus bernama, meski tanpa metrik sitasi AI. Platform yang digunakan juga tidak dirinci. Paket layanan dimulai dari USD500 per bulan.

iPullRank menempati posisi ketiga dengan enam poin. Agensi SEO dan AI Search yang berbasis di New York dan didirikan Mike King ini dikenal lewat pendekatan Relevance Engineering.

FCE 2026 Dorong Transaksi UMKM Tembus Rp 609,9 Juta

Pendekatan tersebut dijelaskan dalam The AI Search Manual, yang mengulas perubahan perilaku pencarian serta optimasi untuk mesin pencari berbasis AI. Dari sisi metodologi, iPullRank meraih tiga poin, salah satu yang terkuat dalam penilaian. Tetapi studi kasus GEO bernama dengan angka hasil yang bisa diperiksa belum ditemukan, sehingga bukti hasil hanya mendapat dua poin.

Tidak ada pula tim atau studi kasus khusus Indonesia. Dalam pekerjaannya, iPullRank memakai data sitasi dari Profound. Pada 31 Juli 2026, Profound mengumumkan iPullRank sebagai mitra agensi, tetapi hasil yang dibuka belum menunjukkan performa terpisah per platform. Harga layanan juga tidak dipublikasikan.

Omniscient Digital berada di peringkat keempat dengan 5,5 poin. Agensi asal Amerika Serikat ini fokus pada pertumbuhan organik bagi perusahaan B2B, termasuk perusahaan perangkat lunak, dengan GEO ditempatkan dalam strategi konten dan pertumbuhan organik.

ChatGPT, Perplexity, dan Google AI Overviews disebut dalam pembahasan visibilitas AI mereka. Namun, hasil masing-masing platform belum dipublikasikan terpisah. Studi kasus yang tersedia juga belum menyertakan angka sitasi AI yang cukup untuk nilai penuh pada aspek bukti hasil. Biaya engagement penuh disebut mulai dari USD10.000 per bulan.

Skor yang sama juga diraih NoGood, yakni 5,5 dari 15 poin. Agensi asal Amerika Serikat ini menempatkan AEO dan GEO sebagai bagian dari sistem growth marketing, bukan layanan yang berdiri sendiri.

Pada halaman layanannya, NoGood menyebut ChatGPT, Perplexity, dan Gemini. Meski begitu, penyebutan itu belum disertai laporan hasil yang dipisahkan per platform. Metodologi pengukuran GEO yang lengkap dan dapat digunakan kembali juga belum dibuka. Untuk harga, agensi ini menyebut rata-rata retainer berada di atas USD20.000 per bulan.

NoGood berada di bawah Omniscient Digital meski skornya sama. Pembeda utamanya ada pada informasi harga. Omniscient mencantumkan harga awal, sementara NoGood menyebut rata-rata retainer.

Go Fish Digital menempati urutan keenam dengan 3,5 poin. Agensi yang berdiri sejak 2005 ini berakar di wilayah Washington DC dan memiliki alamat kantor di Raleigh. Saat ini, Go Fish Digital menjadi bagian dari Agital.

Layanan mereka mencakup SEO, digital PR, manajemen reputasi, serta pekerjaan yang berkaitan dengan visibilitas dalam pencarian AI. Untuk GEO, agensi ini menjelaskan audit terhadap halaman solusi, kategori, dan perbandingan.

Namun, metode pengukuran GEO yang bisa dipakai ulang belum ditemukan dalam sumber publik. Studi kasus yang tersedia juga lebih banyak berkaitan dengan SEO, digital PR, dan reputasi, bukan angka sitasi AI. Harga GEO pun tidak dipublikasikan.

Thrive Internet Marketing Agency berada di posisi ketujuh dengan tiga poin. Agensi yang juga berdiri pada 2005 ini menjalankan GEO berdampingan dengan SEO dan berbagai layanan pemasaran digital lain.

Pada halaman AI SEO, Thrive menyebut ChatGPT, Gemini, Perplexity, Google AI Overviews, dan AI Mode. Akan tetapi, penyebutan platform itu tidak otomatis membuktikan bahwa hasilnya telah diukur dan dilaporkan terpisah. Karena tidak ditemukan kerangka pengukuran GEO yang terbuka, aspek metodologi dari agensi berbasis Arlington, Amerika Serikat ini mendapat nol poin. Bukti hasil memperoleh dua poin, sementara cakupan platform satu poin.

AppLabx mengoleksi 2,5 poin dan berada di peringkat kedelapan. Agensi berbasis Singapura ini sebelumnya dikenal lewat pengembangan web, aplikasi, dan digital marketing.

Dalam layanan GEO, AppLabx menyebut lima platform: ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, dan Copilot. Mereka juga menjelaskan penggunaan schema dan dashboard pemantauan sitasi. Namun, belum ditemukan studi kasus GEO dengan angka hasil yang dapat diverifikasi. Penyebutan lima platform juga belum berarti ada laporan performa terpisah untuk masing-masing platform.

AppLabx mendapat nilai satu pada aspek platform karena rincian platform tersedia. Karena itu, posisinya sedikit di atas Siege Media yang memiliki skor identik.

Siege Media berada di urutan kesembilan dengan 2,5 poin. Agensi content marketing dan SEO yang didirikan Ross Hudgens ini juga menawarkan GEO.

Pendekatannya mencakup pemetaan sitasi berdasarkan prompt, pengukuran baseline share of voice, produksi konten, digital PR, serta pelaporan sitasi dan pendapatan. Meski demikian, belum ditemukan metode pengukuran GEO terbuka yang memenuhi kriteria penuh. Studi kasus yang tersedia juga lebih banyak menampilkan hasil konten dan trafik ketimbang angka sitasi AI.

Agensi asal Amerika Serikat ini memang memublikasikan kisaran harga retainer SEO sekitar USD3.000 hingga USD7.500 per bulan. Namun, angka itu merupakan harga SEO, bukan GEO, sehingga hanya mendapat 0,5 poin untuk aspek harga.

First Page Sage melengkapi daftar di posisi kesepuluh dengan dua poin. Agensi B2B yang didirikan Evan Bailyn pada 2009 ini dikenal lewat konten thought leadership dan riset pemasaran.

Berbasis di San Francisco, Amerika Serikat, First Page Sage juga aktif menerbitkan materi tentang GEO. Tetapi artikel dan riset yang ditemukan tidak otomatis dianggap sebagai metodologi pengukuran GEO yang bisa digunakan ulang.

Dalam sumber yang diperiksa, belum ditemukan studi kasus GEO bernama dengan angka sitasi AI, tim atau studi kasus Indonesia, maupun harga layanan yang dipublikasikan.

Penilaian itu bertumpu pada lima kriteria utama. Relevansi pasar Indonesia mendapat bobot terbesar, yakni lima poin, karena daftar ini ditujukan bagi perusahaan yang menyasar konsumen di Indonesia. Setelah itu, bukti hasil bernilai empat poin, metodologi pengukuran tiga poin, cakupan platform dua poin, dan keterbukaan harga satu poin.

Nilai penuh untuk relevansi Indonesia diberikan jika agensi memiliki tim atau kantor di Indonesia sekaligus kerja terdokumentasi untuk pasar tersebut. Bukti hasil penuh mensyaratkan studi kasus GEO yang disebut jelas dan memiliki angka yang dapat diperiksa.

Untuk metodologi, agensi harus memiliki metode pengukuran GEO yang dipublikasikan dan bisa dipakai ulang. Adapun cakupan platform hanya bisa memperoleh nilai penuh bila hasil benar-benar diukur dan dilaporkan secara terpisah untuk setiap platform.

Bagi perusahaan yang tengah mencari agensi GEO terbaik, daftar ini bisa menjadi titik awal. Relevansi pasar, bukti hasil yang dapat diverifikasi, metode pengukuran, cakupan platform, dan transparansi harga menjadi faktor yang patut dilihat sebelum memilih penyedia layanan.

Komentar