IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

AS kirim kapal induk, harga minyak kembali melonjak

AS siapkan 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah, harga minyak dunia naik lagi

Timur Tengah – Harga minyak kembali menguat pada Jumat (2/10) setelah Amerika Serikat berencana mengirim kelompok kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah. Sinyal itu memicu kekhawatiran baru atas eskalasi ketegangan dengan Iran dan mengguncang harapan pemulihan arus energi global.

Pada perdagangan pukul 09.00 waktu Singapura, minyak Brent naik 0,4% menjadi US$ 102,77 per barel. Adapun West Texas Intermediate (WTI) terapresiasi 0,3% ke level US$ 93,17 per barel.

Seorang pejabat AS menyebut Pentagon tengah mempertimbangkan pengerahan satu kapal induk lagi bersama sekitar 10.000 pelaut dan marinir ke Teluk Persia. Opsi itu, kata dia, akan memberi Washington ruang lebih besar jika Presiden Donald Trump memilih memperluas serangan terhadap Iran.

Dalam sepekan terakhir, kontrak Brent bergerak naik-turun karena pelaku pasar menimbang potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah di tengah ancaman eskalasi. Sepanjang tahun ini, harga Brent masih melesat hampir 70% seiring perang AS-Iran memasuki bulan kedelapan tanpa kemajuan berarti menuju penyelesaian diplomatik.

“Pasar minyak sangat rentan terhadap lonjakan harga lainnya, dengan persediaan berada pada level rendah setelah penurunan selama enam bulan. Investor semakin khawatir Iran akan merespons peningkatan kekuatan militer tersebut dengan menyerang aset AS dan infrastruktur energi di kawasan,” ujar analis ANZ Group Holdings Ltd. Brian Martin dan Daniel Hynes, dikutip dari Bloomberg, Jumat (2/10).

Kemendag Naikkan Harga Referensi CPO Jadi US$ 1.042,15 per MT

Di saat bersamaan, UK Maritime Trade Operations melaporkan telah menerima informasi bahwa sebuah kapal tanker terkena proyektil yang belum teridentifikasi saat melintas di Selat Hormuz. Hingga kini, tingkat kerusakan maupun dampak lingkungannya belum dapat dipastikan.

Militer AS sendiri dalam beberapa pekan terakhir telah mengirim dua baterai rudal Patriot tambahan untuk melindungi fasilitas minyak dan gas alam di Arab Saudi serta Qatar.

Kenaikan tensi ini muncul ketika kekhawatiran terhadap pasokan dari Timur Tengah sebelumnya mulai mereda. Awal pekan ini, sejumlah analis Wall Street menilai arus minyak dari kawasan tersebut sudah mendekati level sebelum perang, meski pasokan bahan bakar belum sepenuhnya pulih dengan kecepatan yang sama.

Di sisi lain, Iran tampaknya tidak memuat minyak mentah ke kapal tanker sepanjang September. Kondisi itu menjadi tanda terbaru bahwa blokade angkatan laut AS telah memutus akses republik Islam tersebut ke pasar energi.

Untuk meredakan ketatnya pasokan bahan bakar, pemerintahan Trump juga menekan Uni Eropa agar melepaskan cadangan diesel. Langkah itu diharapkan bisa membantu mencegah pembatasan ekspor dari AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pun mendesak mitra-mitra Eropa ikut menekan kelangkaan pasokan global.

Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada Pungut Pajak Marketplace 1 Oktober

Komentar