Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menuntaskan pelepasan seluruh saham dan waran milik entitas afiliasinya, Adaro Capital Limited (ACL), di perusahaan tambang batu bara kokas Australia, Kestrel Coal Group Pty Ltd (Kestrel). Transaksi ini menjadi langkah lanjutan grup milik Garibaldi Thohir atau Boy Thohir untuk menopang ekspansi bisnis di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur keuangannya.
Manajemen AADI menjelaskan, divestasi dilakukan untuk mendukung pengembangan usaha grup perseroan di Indonesia, membayar dividen, dan melunasi sebagian pinjaman grup. Dalam keterbukaan informasi di BEI, manajemen menyebut transaksi tersebut memiliki manfaat terutama bagi penguatan permodalan perseroan.
Penjualan aset itu dilakukan kepada Yancoal Australia Limited (Yancoal). Dari transaksi tersebut, ACL menerima dana US$ 814,12 juta atau sekitar Rp 14,60 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.937 per dolar AS.
Nilai itu masih bersifat sebelum pajak dan dapat berubah sesuai ketentuan dalam Sale and Purchase Agreement (SPA). Setelah memperhitungkan pajak, nilai yang diterima ACL turun menjadi US$ 734,83 juta.
Selain pembayaran utama, ACL bersama penjual lain juga berpeluang memperoleh pembayaran tambahan atau contingent cash consideration hingga US$ 550 juta. Skema itu akan dibayarkan setiap tahun selama lima tahun sejak transaksi selesai.
Besaran pembayaran tambahan tersebut tidak bersifat pasti. Manajemen AADI mengatakan, pencairannya bergantung pada rata-rata harian indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) pada tiap tahun penilaian. Jika rata-rata indeks tidak melewati ambang yang disepakati dalam SPA, maka pembayaran tidak dilakukan.
Nilai contingent cash consideration yang diterima ACL nantinya dihitung sesuai porsi kepemilikannya di Kestrel.
Objek divestasi mencakup 720.385.220 saham biasa Kestrel yang telah disetor penuh, atau setara 47,99 persen kepemilikan, serta seluruh waran Kestrel yang sebelumnya dipegang ACL.
ACL sendiri merupakan perusahaan terkendali AADI. Bersama sejumlah penjual lain, entitas tersebut telah memenuhi seluruh syarat pendahuluan dalam SPA dan menyelesaikan pengalihan saham serta waran Kestrel kepada Yancoal pada 1 Oktober 2026 waktu Melbourne.


