Madrid, Gonesia.com – Inter Milan menghadapi tantangan historis yang cukup berat saat melawat ke markas Real Madrid dalam laga pembuka Liga Champions musim 2026/2027, Rabu (9/9/2026).
Klub berjuluk Nerazzurri tersebut harus mematahkan kutukan 60 tahun tanpa kemenangan di Stadion Santiago Bernabeu.
Catatan statistik menunjukkan bahwa Inter terakhir kali membawa pulang poin penuh dari kandang Los Blancos terjadi pada musim 1966/67.
Upaya mengakhiri penantian panjang tersebut kini berada di pundak pelatih Cristian Chivu beserta seluruh skuadnya.
Pertandingan ini menjadi ujian mentalitas yang sesungguhnya bagi tim tamu di hadapan 83.186 penonton yang memadati stadion.
Cristian Chivu menyadari sepenuhnya bahwa rekor buruk tersebut menjadi beban psikologis tersendiri bagi para pemainnya.
Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain dengan taktik defensif atau sekadar mencari hasil imbang.
Pelatih asal Rumania tersebut justru menuntut keberanian anak asuhnya untuk tampil menyerang dan mendikte permainan.
Ia mengakui bahwa Real Madrid memiliki komposisi pemain berkualitas yang mampu merusak skema permainan lawan dalam sekejap.
“Sudah 60 tahun sejak Inter terakhir kali menang di sini. Bernabeu memang menjadi tempat yang sulit ditaklukkan oleh tim mana pun,” ujar pelatih tersebut seperti dikutip dari JPNN.com.
Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat sekaligus kesiapan sang juru taktik menghadapi tekanan di level kompetisi tertinggi Eropa.
Bagi Chivu, laga ini memiliki dimensi emosional yang jauh lebih mendalam dibandingkan pertandingan fase grup pada umumnya.
Ia memiliki memori manis di stadion yang sama ketika berhasil mengangkat trofi Liga Champions bersama Inter pada tahun 2010.
Kala itu, ia berperan sebagai pemain di bawah komando pelatih legendaris Jose Mourinho yang membawa Inter meraih gelar juara.
Situasi kini berputar secara dramatis karena ia akan berhadapan langsung dengan Mourinho yang kembali menukangi Real Madrid.
Pertarungan taktis antara mantan anak asuh dan sang mentor menjadi bumbu penyedap dalam laga pembuka yang sangat krusial ini.
Inter Milan datang ke Madrid dengan membawa modal positif dari performa mereka di liga domestik sepanjang awal musim.
Meski demikian, efektivitas serangan Nerazzurri akan diuji oleh pertahanan solid tuan rumah yang bermain di depan pendukungnya sendiri.
Kemenangan di laga ini tidak hanya berarti tiga poin penting untuk memuncaki klasemen grup di awal turnamen.
Hasil positif akan menjadi pernyataan tegas bahwa Inter Milan saat ini telah berevolusi menjadi kekuatan yang lebih disegani di Eropa.
Chivu berharap sejarah masa lalu tidak menjadi penghambat bagi ambisi besar tim yang ingin ia bangun musim ini.
Ia menekankan bahwa setiap pertandingan adalah lembaran baru yang tidak selalu harus terikat oleh hasil-hasil di masa silam.
Kesiapan fisik dan fokus sepanjang 90 menit pertandingan akan menjadi faktor penentu bagi Inter untuk mencuri kemenangan.
Dunia sepak bola kini tertuju pada Santiago Bernabeu untuk melihat apakah Inter mampu mencatatkan sejarah baru malam ini.


