JAKARTA, Gonesia.com – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia resmi memulai tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia pada Rabu (26/8).
Proses krusial ini dilaksanakan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi puncak bank sentral yang menciptakan kekosongan kepemimpinan definitif.
Destry yang saat ini mengemban amanah sebagai Pejabat Gubernur Sementara sekaligus Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia memaparkan visi strategisnya di hadapan para legislator.
Ia menegaskan komitmennya untuk melakukan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global.
Langkah ini diproyeksikan mampu meredam tekanan sektor eksternal, volatilitas nilai tukar, serta laju inflasi domestik secara lebih efektif.
Ia menambahkan bahwa fokus utama kebijakan tersebut bertujuan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif guna memacu pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.
Pencalonan Destry merupakan keputusan resmi yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kursi jabatan Gubernur Bank Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keputusan Presiden tersebut didasarkan antara lain pada rekam jejak dan kompetensinya di bidang keuangan.
Latar belakang profesional Destry memang menjadi poin utama yang dipertimbangkan oleh pemerintah dalam proses seleksi ini.
Sebelum meniti karier di jajaran pimpinan bank sentral, ia tercatat pernah menduduki posisi strategis sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode 2015–2019.
Pengalaman panjang di lembaga keuangan tersebut dianggap sebagai modal kuat bagi dirinya untuk menakhodai kebijakan moneter Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Seluruh anggota Komisi XI DPR tampak mendalami berbagai poin visi yang disampaikan calon gubernur tersebut dalam sesi tanya jawab yang berlangsung intensif.
Para legislator menyoroti bagaimana strategi bauran kebijakan yang diusulkan akan diimplementasikan secara konkret di lapangan.
Selain aspek stabilitas moneter, isu mengenai pertumbuhan ekonomi inklusif juga menjadi topik diskusi utama dalam ruang sidang.
Proses uji kelayakan ini merupakan tahapan konstitusional yang harus dilalui sebelum Destry dapat disahkan secara definitif untuk memimpin Bank Indonesia.
Kehadiran calon tunggal ini memberikan sinyal kuat mengenai kontinuitas kebijakan yang diharapkan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan negara.
Seluruh rangkaian proses seleksi ini ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar fungsi koordinasi antarlembaga ekonomi dapat berjalan optimal.
Pasar keuangan saat ini tengah memantau ketat setiap poin yang disampaikan Destry sebagai indikator arah kebijakan moneter ke depan.
Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu ekspektasi besar yang dibebankan kepada calon gubernur dalam menghadapi gejolak pasar global.
Destry diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks di masa depan.
Keputusan akhir mengenai pengangkatan ini akan segera ditetapkan oleh DPR setelah seluruh proses penilaian selesai dilaksanakan.


