IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harga Saham NASI Naik, Investor Hartarto Ciputra Kembali Borong Saham

Grafik pergerakan harga saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) di Bursa Efek Indonesia.
Harga saham NASI mengalami kenaikan di tengah aksi borong saham oleh investor Hartarto Ciputra.

Jakarta, Gonesia.com – Investor kakap Hartarto Ciputra kembali memperkuat posisinya di PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) melalui aksi borong saham di tengah tren kenaikan harga pasar.

Langkah strategis ini tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Hartarto diketahui telah mengakuisisi sebanyak 500.000 lembar saham NASI pada 21 Agustus 2026.

Pembelian tersebut dieksekusi pada harga Rp140 per saham.

Total nilai transaksi yang digelontorkan untuk penambahan porsi kepemilikan ini mencapai Rp70 juta.

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi Hari Ini

Aksi korporasi ini membuat total kepemilikan Hartarto di emiten produsen beras tersebut meningkat menjadi 47.385.200 saham.

Secara persentase, penguasaannya kini mencapai 5,87% dari sebelumnya berada di angka 5,81%.

Peningkatan porsi kepemilikan ini merupakan bagian dari rangkaian akumulasi saham yang dilakukan Hartarto secara berkelanjutan selama beberapa bulan terakhir.

Ia sebelumnya menambah 1.812.100 saham pada Juli 2026 yang mengerek kepemilikannya ke level 5,81%.

Tren pembelian terus berlanjut sejak Juni 2026, di mana ia menyerap 1.403.000 saham yang kala itu membawa porsinya ke angka 5,48%.

Menhut Usut Tiga Kasus Karhutla di Jambi, Tegaskan Tindakan Tegas

Dengan akumulasi terbaru ini, Hartarto kini mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham signifikan dengan penguasaan di atas 5%.

Pergerakan agresif investor ini beriringan dengan kinerja saham NASI yang menunjukkan tren positif di pasar modal.

Pada perdagangan 24 Agustus 2026, harga saham NASI ditutup di level Rp146 per lembar.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp1 atau 0,69% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.

Jika ditarik dalam rentang waktu satu bulan terakhir, saham NASI telah mencatatkan penguatan harga sekitar 17,74%.

Pemerintah Bangun 14 PLTS, Hemat APBN Rp 4,6 Triliun Per Tahun

Kenaikan nilai aset ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika perdagangan emiten yang bergerak di sektor perdagangan dan produksi beras tersebut.

Investor publik disarankan untuk terus memantau keterbukaan informasi perusahaan terkait perubahan struktur pemegang saham utama.

Perkembangan kinerja fundamental Wahana Inti Makmur juga menjadi faktor penentu dalam menilai prospek saham NASI ke depan.

Sosok Hartarto Ciputra sendiri dikenal luas sebagai investor papan atas dengan portofolio yang terdiversifikasi di berbagai emiten BEI.

Data per 31 Maret 2025 menunjukkan ia memiliki kepemilikan di atas 1% pada sejumlah perusahaan publik lainnya.

Ia tercatat memegang 94,1 juta saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) atau setara 1,17% dari total saham beredar.

Selain itu, ia menguasai 84,7 juta saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) dengan porsi 5,89%.

Koleksi lainnya mencakup 13,1 juta saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) atau sebesar 1,05%.

Aksi akumulasi yang konsisten di NASI menegaskan kepercayaan diri investor tersebut terhadap prospek jangka panjang emiten yang bersangkutan.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru