Jakarta, Gonesia.com – Konflik pascaperceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang semakin meruncing dengan munculnya tuduhan dugaan perselingkuhan yang dilakukan sejak tahun 2017.
Sarwendah secara terbuka melontarkan klaim bahwa dirinya sempat menaruh maaf kepada mantan suaminya tersebut demi menjaga keutuhan rumah tangga serta masa depan anak-anak mereka.
Namun, ia mengklaim bahwa perilaku tersebut berulang kembali pada saat kondisi finansial keluarga sedang mengalami tekanan yang cukup berat.
Lebih jauh, ia menyoroti adanya pengeluaran dana dalam jumlah signifikan yang diduga mengalir kepada sosok perempuan lain.
Tudingan ini memicu respons keras dari tim kuasa hukum Ruben Onsu yang menuntut adanya pembuktian secara konkret atas pernyataan tersebut.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, dalam sebuah pernyataan yang dilansir JawaPos melalui kanal YouTube Denny Sumargo, menantang pihak Sarwendah untuk segera membuka bukti yang dimiliki.
“Kalau memang benar ada perselingkuhan, silakan saja diungkap buktinya,” ujar Minola.
Ia menegaskan bahwa kliennya secara tegas membantah seluruh tuduhan perselingkuhan yang dialamatkan kepadanya.
Menurutnya, akar permasalahan yang sebenarnya jauh lebih sederhana dan berawal dari kesalahpahaman terkait urusan kasur endorse.
“Sepanjang saya jadi pengacara, baru kali ini ada yang cemburu sama kasur,” lanjutnya.
Ia menambahkan, logika mengenai dugaan perselingkuhan tersebut tidak sejalan dengan realitas yang ada saat ini.
Menurutnya, jika Ruben memang memiliki hubungan khusus dengan orang lain, seharusnya mantan suami tersebut sudah melangsungkan pernikahan kembali setelah resmi bercerai pada tahun 2024.
“Tapi kenyataannya dia belum menikah lagi sampai sekarang,” tegasnya.
Di sisi lain, Ruben Onsu merespons tudingan tersebut melalui unggahan di media sosial pribadinya dengan nada sindiran yang cukup tajam.
Ia merasa heran dengan narasi yang terus berputar dan seolah-olah menyudutkan posisinya dalam konflik ini.
“Muter-muter terus ngomongnya, dijawab kok kesannya terpojok,” sindir Ruben.
Ruben berpendapat bahwa polemik ini sebenarnya dipicu oleh langkah pihak Sarwendah yang lebih dulu mengangkat isu mengenai debt collector hingga masalah nafkah anak ke ruang publik.
“Lah kan dari dulu juga kita sudah diam, yang dulunya ngoceh terus siapa? Coba ingat lagi ini berawal dari siapa? Nggak lupa kan?,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pernyataan Sarwendah yang sempat dilakukan saat siaran langsung di media sosial yang dianggapnya merendahkan martabat orang lain.
“Terus statement yang sudah pernah diucap selama live kerja dengan merendahkan orang lain gimana? Sempat mikir nggak ke sana jika posisi itu diputar?,” pungkasnya.
Hingga hari ini, Senin, 3 Agustus 2026, perseteruan ini masih terus menjadi sorotan publik dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.


