SURABAYA, Gonesia.com — Gelandang serang andalan Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, menegaskan komitmen profesionalnya dalam menatap laga krusial Grup B Piala Presiden 2026 melawan Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu malam tersebut membawa dimensi emosional karena menjadi ajang reuni bagi tim dengan mantan kapten mereka, Bruno Moreira.
Meski memiliki hubungan personal yang cukup dekat dengan pemain asal Brasil tersebut, Rivera menyatakan bahwa ambisi meraih kemenangan tetap menjadi prioritas mutlak bagi skuad Green Force.
Ia memandang laga ini sebagai penentu posisi juara grup yang sangat krusial bagi langkah Persebaya di babak semifinal mendatang.
“Tentu ini akan menjadi pertandingan yang spesial karena kami akan bertemu Bruno,” ujar Rivera dalam pernyataan yang dikutip dari JawaPos.
Ia menambahkan, “Namun kami bermain di kandang sendiri dan target kami adalah menang agar bisa finis di posisi pertama grup. Saya yakin pertandingan nanti akan berlangsung menarik.”
Pemain berusia 31 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia dan Bruno masih menjaga komunikasi dengan baik pasca kepergian sang mantan kapten dari Surabaya.
Bahkan, pertemuan fisik sempat terjadi saat Bruno menyempatkan diri hadir di stadion untuk menyaksikan laga Persebaya sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa persahabatan tersebut tidak akan mengaburkan fokusnya saat peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit.
“Saya sempat berbicara dengan Bruno ketika dia datang ke stadion pada pertandingan sebelumnya,” tegasnya.
Ia melanjutkan, “Selalu menyenangkan bisa bertemu kembali dengan teman lama, tetapi ketika pertandingan dimulai kami tetap akan memberikan yang terbaik untuk tim masing-masing.”
Rivera secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi yang pernah ditunjukkan Bruno selama empat musim memperkuat Persebaya.
Menurutnya, sosok Bruno telah meninggalkan standar kepemimpinan yang tinggi yang kini harus dilanjutkan oleh para pemain yang tersisa.
“Bruno adalah sosok yang baik dan selalu berusaha membantu semua orang. Selama membela Persebaya dia menjalankan perannya sebagai kapten dengan sangat baik dan selalu berjuang untuk klub ini,” jelasnya.
Ia mengaku siap memikul tanggung jawab untuk meneruskan semangat juang yang pernah ditanamkan oleh pendahulunya tersebut.
“Sekarang giliran saya dan rekan-rekan untuk melanjutkan perjuangan itu,” tambahnya.
Di sisi lain, Rivera menekankan bahwa turnamen pramusim ini menjadi sarana krusial bagi tim untuk mematangkan kekompakan di tengah banyaknya komposisi pemain baru.
Ia menilai proses adaptasi di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares telah menunjukkan progres yang sangat positif bagi stabilitas tim.
“Kami memiliki banyak pemain baru, sehingga pertandingan seperti ini sangat membantu proses adaptasi. Setiap hari kami semakin mengenal karakter satu sama lain dan semakin kompak sebagai sebuah tim,” ungkapnya.
Saat ini, Persebaya memimpin klasemen Grup B dengan raihan enam poin sempurna dari dua laga awal.
Green Force berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta dan PSMS Medan, sekaligus menjaga gawang mereka tetap perawan.
Sebaliknya, Port FC yang menduduki peringkat kedua dengan empat poin menjadi tantangan nyata bagi konsistensi lini pertahanan Persebaya.
Rivera berharap timnya tetap mampu menjaga organisasi permainan yang solid untuk mengunci puncak klasemen Grup B.
“Target kami adalah tampil semakin konsisten, menjaga organisasi pertahanan tetap solid, meraih clean sheet, dan membawa pulang tiga poin,” tutupnya.


