JAKARTA, Gonesia.com – Pemerintah Cina secara resmi menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung ambisi Indonesia dalam membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 100 Gigawatt.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Utusan Khusus Perubahan Iklim Cina, Liu Zhenmin, di hadapan para peserta Indonesia Net Zero Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (1/8).
Ia mengungkapkan bahwa otoritas di negaranya saat ini tengah melakukan upaya aktif untuk mendorong perusahaan-perusahaan asal Cina agar segera menjalin kolaborasi strategis dengan mitra lokal di Indonesia.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar Beijing untuk mempercepat transisi energi hijau di kawasan berkembang melalui kemitraan internasional yang masif.
Liu menekankan bahwa kerja sama antarnegara berkembang atau global south merupakan elemen pelengkap krusial dalam tata kelola iklim global yang seharusnya juga didukung oleh negara-negara maju.
Namun, ia menyoroti adanya kecenderungan dari sejumlah negara maju yang justru memperlambat aksi iklim mereka atau bahkan menarik diri dari kesepakatan internasional.
Fenomena tersebut menurutnya telah menciptakan kendala serius dalam pemenuhan komitmen pendanaan iklim serta proses transfer teknologi yang sangat dibutuhkan oleh negara berkembang.
Dalam keterangannya di acara tersebut, ia menyatakan, “Pemerintah kami secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan Cina untuk bekerja sama dengan mitra Indonesia untuk mewujudkan program ini.”
Cina sendiri tercatat memiliki rekam jejak yang luas dengan keterlibatan dalam berbagai proyek energi hijau di lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Hingga Juni 2026, Beijing telah berhasil menandatangani 56 nota kesepahaman (MoU) terkait perubahan iklim dengan 43 negara berkembang lainnya.
“Sebagai negara berkembang besar, Cina terus memberikan dukungan dan bantuan kepada negara-negara berkembang lainnya semaksimal mungkin,” ujar Liu menambahkan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam upaya mencapai target netralitas karbon global yang lebih ambisius.
“Cina siap bekerja sama dengan Indonesia dan pihak-pihak lain untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mencapai netralitas karbon global,” lanjutnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah melakukan pendekatan intensif kepada para investor asal Cina terkait rencana pembangunan PLTS 100 GW ini.
Ajakan investasi tersebut disampaikan langsung oleh Airlangga saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Cina, Wang Wentao, di Shanghai pada pertengahan Juli 2026.
Pertemuan bilateral tersebut mencakup berbagai aspek kerja sama ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga percepatan transisi energi di tingkat regional.
Pemerintah Indonesia secara khusus memberikan apresiasi atas keberhasilan investasi Cina dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata yang telah beroperasi.
Proyek tersebut kini menjadi tolok ukur utama yang menunjukkan besarnya potensi kolaborasi kedua negara dalam mendukung agenda pembangunan rendah karbon di masa depan.


