IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IHSG Berpotensi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham RAJA, SMDR, dan WIFI

JAKARTA, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Selasa (14/7/2026) dengan penguatan sangat tipis sebesar 0,03 persen ke level 6.039,52 akibat tergerusnya optimisme pasar oleh aksi jual masif pada sektor perbankan.

Lonjakan indeks yang sempat menyentuh level tertinggi di 6.095 pada pertengahan sesi gagal bertahan hingga penutupan perdagangan.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyoroti fenomena pelemahan di akhir sesi tersebut.

“Meski sempat mencatatkan kenaikan hampir 1%, penguatan IHSG tidak bertahan hingga akhir sesi seiring tekanan jual pada saham-saham perbankan,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa pelaku pasar saat ini tengah menahan diri sembari menanti rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat untuk periode Juni 2026.

Strategi Investasi Bitcoin dan Ether Saat Pasar Mengalami Koreksi Harga

“PPI diperkirakan turun ke 6,2% YoY dari 6,5% YoY di Mei, seiring normalisasi harga minyak global,” jelasnya.

Namun, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah kembali memberikan bayang-bayang terhadap stabilitas harga energi dunia.

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran dikhawatirkan akan memicu kenaikan kembali harga minyak mentah internasional.

Kondisi tersebut berpotensi menekan biaya produksi emiten dan menghambat laju penurunan inflasi secara global.

Dari sisi teknikal, ia melihat sinyal pasar saat ini masih menunjukkan arah yang sangat beragam.

Komdigi Wajibkan Operator Seluler Lindungi Sisa Kuota Internet Konsumen

“Pembentukan histogram positif MACD masih berlanjut, sementara stochastic RSI sudah berada di area overbought,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, ia memprediksi pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (15/7/2026) akan cenderung terbatas.

“IHSG berpeluang konsolidasi di rentang 5.950-6.125,” tambahnya.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, yang mencermati peningkatan volatilitas pasar.

“IHSG ditutup menguat tipis 0,03% dan mulai muncul adanya tekanan jual, pergerakan cenderung volatil dan dibebani oleh emiten perbankan yang terkoreksi,” jelasnya.

Prospek Saham Hijau BEI: Mengintip Potensi HGII, KEEN, dan TOBA

Selain tekanan pada sektor perbankan, ia menyebut pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Untuk sesi perdagangan Rabu (15/7/2026), ia memberikan peringatan kepada investor mengenai risiko koreksi teknikal.

“Kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support di 6.020 dan resistance di 6.062,” ujarnya.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor meliputi PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) pada kisaran Rp 4.880 hingga Rp 5.125 per saham.

Emiten lainnya yang masuk dalam radar pengamatan adalah PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) di level Rp 296 hingga Rp 310 per saham.

Selain itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga direkomendasikan untuk diperhatikan dengan rentang harga Rp 1.980 hingga Rp 2.160 per saham.

Komentar

Berita Populer

01

Polres Tanah Datar Tangkap Mahasiswa Diduga Edarkan Sabu

02

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

03

Orang Tua Siswa Kejar Laporan Polisi, Mediasi Kasus Guru Pamulang Gagal

04

IHSG Berpotensi Koreksi, Cek Rekomendasi Saham RAJA, SMDR, dan WIFI

05

Eks Polisi Terlibat Peredaran Narkoba dari Dalam Penjara Nusakambangan

06

Suku Bunga Turun, Kinerja Saham Bank Diprediksi Melesat di Semester II 2025

07

Dominasi Atletico Madrid di Balik Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina

08

Ahmad Sahroni Jebak Penipu Mengaku Utusan KPK Senilai Rp 300 Juta

Berita Terbaru