Gianyar, Gonesia.com – Persaingan ketat babak delapan besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memicu perdebatan sengit di kalangan pemain Bali United FC mengenai calon kuat peraih trofi juara.
Dominasi Argentina dan Prancis menjadi pusat perhatian utama dalam prediksi para pemain profesional tersebut.
Sebagian besar penggawa Serdadu Tridatu terbelah dalam mendukung dua negara raksasa sepak bola dunia ini.
Dukungan untuk Prancis datang dari kelompok pemain yang meyakini kualitas skuad Les Bleus masih sangat mumpuni untuk kembali menembus partai puncak.
Bagas Adi, Maouri Simon, Aris Sanjaya, Brandon Wilson, dan Kadek Arel merupakan nama-nama yang secara terbuka menjagokan Prancis sebagai pemenang.
Di sisi lain, Argentina mendapatkan sokongan kuat dari pemain yang terpukau dengan mentalitas juara Tim Tango.
Jens Raven, Rahmat Arjuna, Fitrul Dwi Rustapa, Wayan Arta, dan Made Tito menilai konsistensi permainan juara bertahan edisi 2022 tersebut menjadi kunci utama untuk mempertahankan gelar.
Sementara itu, dinamika dukungan pemain asing Bali United menghadapi realita pahit di tengah turnamen.
Teppei Yachida sempat menaruh harapan besar pada Jepang, namun ia harus menerima kenyataan tim tersebut tersingkir lebih awal.
Hal serupa dialami oleh Joao Ferrari yang menjagokan Brasil, serta duo Thijmen Goppel dan Mike Hauptmeijer yang mendukung Belanda.
Ketiga negara tersebut gagal melaju lebih jauh setelah tumbang dalam ujian berat di fase gugur.
Situasi serupa dialami oleh penyerang lincah, Irfan Jaya, yang memberikan dukungan kepada Portugal karena mengidolakan Cristiano Ronaldo.
Harapannya kandas setelah Portugal harus mengakhiri perjuangan usai tersingkir di babak 16 besar setelah kalah tipis dari Spanyol.
Di tengah gugurnya sejumlah tim unggulan, kapten Bali United, Ricky Fajrin, tetap teguh pada pilihannya.
Ia menjatuhkan dukungan kepada Inggris dengan alasan kedekatan emosional terhadap budaya sepak bola di sana.
Kecintaannya terhadap klub Premier League, Chelsea, menjadi salah satu alasan ia berharap The Three Lions mampu meraih gelar juara dunia.
Pilihan-pilihan tersebut mencerminkan keberagaman cara pandang para atlet profesional dalam melihat peta kekuatan sepak bola global.
Ada yang memilih berdasarkan analisis teknis mendalam terhadap kekuatan skuad yang berlaga di lapangan hijau saat ini.
Ia menambahkan, ada pula yang didasari kedekatan emosional dengan negara asal maupun sosok pemain idola yang menjadi inspirasi mereka.
Kini, perhatian tertuju pada sisa pertandingan yang akan menentukan takdir negara-negara yang masih bertahan di babak delapan besar.
Publik dunia menantikan apakah Argentina mampu mempertahankan status sebagai juara bertahan atau justru lahir kampiun baru.
Ia menekankan bahwa hasil akhir hanya akan terjawab setelah peluit panjang dibunyikan di partai final nanti.


