Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN Said Didu mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Ia menilai langkah itu menunjukkan keberanian Presiden melakukan evaluasi, meski para pejabat yang diganti selama ini dikenal dekat dengannya.
Said Didu menyampaikan dukungannya melalui akun media sosial, Rabu, 3 Juni 2026. Dalam unggahannya, ia menyebut Presiden Prabowo telah mengeluarkan dua keputusan tegas yang patut diapresiasi.
Keputusan pertama, menurut dia, adalah pergantian pucuk pimpinan BGN. Said Didu menilai langkah tersebut memperlihatkan bahwa penilaian terhadap kinerja program pemerintah tetap menjadi prioritas, bukan hubungan personal.
Sebagai pengganti, Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin BGN. Dua nama lain juga dipasang sebagai wakil kepala, yakni Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Selain soal BGN, Said Didu turut menyoroti kebijakan pemerintah dalam pengaturan ekspor batu bara, crude palm oil atau CPO, dan feri alloy. Ia memandang aturan itu tetap dijalankan meski mendapat perlawanan keras dari kelompok oligarki.
Menurut Said Didu, ketegasan semacam itu perlu terus dijaga dalam pengambilan kebijakan strategis. Ia berharap Presiden Prabowo konsisten melangkah untuk kepentingan bangsa.
“Lanjutkan langkah tegas lainnya untuk perbaikan bangsa,” tulisnya.

