Limapuluh Kota – Ratusan warga Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, mengikuti sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) yang digelar Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Jumat (22/05/2026). Kegiatan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman serta bermutu.
Agenda tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Limapuluh Kota Fraksi Gerindra, Zulhikmi Dt. Rajo Suaro, Camat Akabiluru Yalbaku Jevino, Walinagari Pauah Sangik Edison Dt. Rajo Sikoto, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Wujudkan masyarakat sadar memilih obat dan makanan yang aman dan bermutu”, sosialisasi ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman warga agar lebih cermat mengonsumsi produk yang beredar di pasaran. BBPOM di Padang juga menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan obat-obat tertentu di tengah masyarakat.
Melalui forum tersebut, BBPOM bersama mitra kerjanya di DPR RI berupaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian warga dalam mengawasi produk obat dan makanan. Edukasi ini dinilai penting untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Akabiluru Yalbaku Jevino menyambut baik pelaksanaan KIE di wilayahnya. Ia berharap kegiatan itu memberi dampak langsung terhadap pemahaman warga.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat meningkat, terutama dalam mencegah penyalahgunaan obat-obat tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Ade Rezki Pratama yang hadir secara daring menekankan bahwa sosialisasi semacam ini relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut dia, masyarakat perlu memiliki bekal pengetahuan saat berhadapan dengan obat, makanan, dan kosmetik.
“Semoga lewat kegiatan ini masyarakat memperoleh informasi, wawasan baru, dan pengetahuan dalam mengonsumsi obat-obatan, makanan, dan kosmetik,” katanya.
Ia juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat membeli produk di pasaran. Pasalnya, masih ada dugaan peredaran barang ilegal dan berbahaya yang dijual bebas.
“Ini menjadi kewaspadaan bagi kita agar lebih berhati-hati dalam memilih, membeli, dan mengonsumsi barang-barang yang digunakan, baik untuk diri sendiri maupun keluarga,” ucapnya.
Selain itu, politisi Gerindra tersebut menegaskan bahwa BBPOM juga memegang peran penting dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program itu menyasar peserta didik, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita.
Ia berharap pengawasan BPOM dapat berjalan optimal agar para penerima manfaat terhindar dari risiko keracunan akibat makanan yang disajikan.

