Agam – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menggelar rapat Satuan Tugas di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (20/5). Pertemuan itu menjadi forum konsolidasi untuk memastikan program nasional tersebut siap berjalan di lapangan.
Rapat tersebut melibatkan jajaran Forkopimda, perangkat daerah, serta para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah daerah ingin seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan program.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menilai MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa. Menurut dia, program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Hingga kini, Pemkab Agam telah mendata 91.222 calon penerima manfaat. Dari total potensi sasaran, jumlahnya mencapai sekitar 167 ribu jiwa.
Untuk mendukung distribusi dan pelayanan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan 34 unit SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Keberadaan satuan layanan ini diharapkan memperlancar penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Iqbal menyebut program MBG juga berpeluang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dana yang diproyeksikan masuk dari pemerintah pusat diperkirakan mencapai Rp275 miliar per tahun.
Ia menambahkan, angka itu masih bisa meningkat hingga Rp500 miliar jika seluruh sasaran penerima manfaat terlayani. Karena itu, ia mendorong petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan, dan pelaku UMKM lokal ikut terlibat dalam penyediaan bahan baku.
Menurut Iqbal, keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok akan memberi dampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah. Efeknya diharapkan terasa secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemkab Agam menempatkan keamanan pangan sebagai perhatian utama. Pemerintah mewajibkan penerapan higiene dan sanitasi yang ketat di seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan.
“Melalui rapat koordinasi ini kami berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan menyamakan langkah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Agam,” kata Iqbal.

