Berita

Soeharto Ikut Mengubah Arah Reformasi 98

soeharto-berperan-dalam-reformasi-98
Soeharto Berperan dalam Reformasi 98

Jakarta – Kesaksian Ginanjar Kartasasmita kembali menyoroti detik-detik menjelang lengsernya Presiden ke-2 RI Soeharto. Dari cerita itu, muncul pandangan bahwa Reformasi 1998 bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan hasil rangkaian panjang dinamika politik, termasuk peran Soeharto di dalamnya.

Dalam kisah yang ia sampaikan di sebuah podcast, Ginanjar mengaku diminta memaparkan situasi sulit yang tengah dihadapi pemerintahan saat itu. Ia datang didampingi dua menteri koordinator lainnya, namun tidak satu pun dari mereka berani membuka pembicaraan di hadapan Soeharto.

Menurut Ginanjar, suasana pertemuan justru berbalik arah. Alih-alih membahas kondisi genting yang hendak disampaikan, Soeharto malah mengajak berbicara soal hal lain yang tak berkaitan dengan situasi saat itu.

“Pak Harto sudah tahu apa yang akan saya sampaikan,” demikian intisari kesan Ginanjar atas pertemuan tersebut. Namun, kata dia, Soeharto memilih tidak membicarakan persoalan yang sedang dihadapi dan membiarkan pertemuan berakhir tanpa ada yang memulai topik utama.

Begitu keluar dari ruangan, ketiga Menko itu justru saling berpandangan dan tertawa. Mereka menyadari, tak satu pun berani mengutarakan apa yang semestinya disampaikan.

Tanah Datar Dukung Pembangunan Rumah Gadang Bagonjong di Texas

Ginanjar menilai, peristiwa itu menunjukkan betapa kuatnya kharisma Soeharto pada masa itu. Ia menegaskan, saat itu Soeharto belum berada dalam kondisi lemah.

Dari situ, ia berpendapat bahwa jalan Reformasi 1998 tetap bisa terbuka karena ada kontribusi Soeharto, terutama saat sang presiden akhirnya memilih mundur. Jika Soeharto bersikeras bertahan, menurutnya, arah sejarah Indonesia bisa berbeda dari yang terjadi sekarang.

Ia juga menilai keputusan Soeharto untuk berhenti harus dicatat sebagai sikap yang ikhlas. Langkah itu, kata dia, membuat transisi politik tidak menelan korban terlalu banyak.

Banyak pihak kala itu, lanjut Ginanjar, menyambut pengunduran diri Soeharto dengan sujud syukur karena tak menyangka ia akan bersedia turun secepat itu. Meski keputusan itu dinilai datang agak terlambat, momen tersebut masih dianggap berada dalam batas waktu yang terkendali.

Karena itu, ia menyimpulkan Reformasi 1998 bukanlah ledakan sesaat yang lahir dari satu teriakan. Peristiwa itu adalah akumulasi dari proses panjang yang saling bertaut, bukan gerakan mendadak yang cukup diselesaikan dengan seruan “jatuhkan pemerintah”.

MK Pertegas Pemindahan IKN, Jakarta Tetap Berstatus Ibu Kota

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

05

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

06

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

07

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com