Sport

Persib Bandung Bayar Denda AFC Rp4,6 Miliar Akibat Ulah Suporter

BANDUNG – Persib Bandung menerima sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyusul insiden kerusuhan suporter yang terjadi pada laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Akibat peristiwa tersebut, klub berjuluk Maung Bandung itu dijatuhi denda sebesar Rp3,5 miliar serta larangan menyertakan penonton dalam dua laga kandang berikutnya.

Kerusuhan yang pecah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026 tersebut menjadi puncak dari rentetan sanksi yang diterima Persib sepanjang musim ini. Denda Rp3,5 miliar tersebut tercatat sebagai nominal sanksi terbesar yang pernah diterima Persib dalam satu insiden.

Secara keseluruhan, akumulasi denda yang harus dibayarkan Persib kepada AFC sepanjang gelaran ACL 2 musim ini mencapai Rp4,6 miliar. Jumlah fantastis ini merupakan akumulasi dari berbagai pelanggaran disiplin yang terjadi sejak Oktober 2025.

Pelanggaran tersebut meliputi beragam insiden, mulai dari ketidakteraturan penomoran kursi stadion, penggunaan suar (*flare*), pelemparan benda ke lapangan, hingga kericuhan antarsuporter saat laga tandang melawan Ratchaburi FC di leg pertama.

Selain sanksi klub, beberapa individu di lingkungan tim juga tak luput dari denda. Asisten pelatih Miro Petric tercatat harus membayar denda sebesar Rp166 juta, sementara penyerang Uilliam Barros dijatuhi denda Rp25 juta akibat pelanggaran disiplin.

Bos Persib Optimistis, Kemenangan atas PSM Jadi Kunci Juara Liga

Berikut rincian denda AFC untuk Persib Bandung di ajang ACL 2 musim 2025/2026:

* Oktober 2025: Rp33 juta (masalah penomoran kursi)
* November 2025: Rp436 juta (insiden laga vs Selangor FC)
* Desember 2025: Rp503 juta (insiden laga vs Bangkok United)
* April 2026: Rp148 juta (kericuhan di markas Ratchaburi FC)
* Mei 2026: Rp3,5 miliar (kerusuhan leg kedua babak 16 besar di GBLA)

Total denda yang harus ditanggung Persib Bandung adalah Rp4,6 miliar. Besarnya akumulasi denda ini menjadi sorotan serius bagi manajemen klub, mengingat angka tersebut menjadi pengeluaran terbesar di luar operasional tim sepanjang keikutsertaan mereka di kompetisi Asia musim ini.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com