Berita

UEA Diduga Diam-Diam Serang Kilang Minyak Iran di Pulau Lavan

uea-diduga-diam-diam-ikut-serang-iran
UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Jakarta – Laporan Wall Street Journal mengungkap dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab dalam serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, pada awal April 2026. Serangan itu disebut memicu kebakaran besar dan membuat sebagian kapasitas produksi fasilitas tersebut terganggu.

Peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan dengan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski Abu Dhabi belum mengakui secara terbuka peran mereka, pemerintah UEA juga tidak membantah informasi itu.

UEA bahkan menegaskan memiliki hak untuk merespons tindakan permusuhan, termasuk lewat jalur militer. Dalam insiden itu, Iran menyatakan fasilitas minyaknya diserang pihak musuh. Sebagai balasan, Teheran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke arah UEA dan Kuwait.

Sumber yang dikutip Wall Street Journal menyebut Washington tidak mempersoalkan aksi tersebut karena saat itu gencatan senjata belum resmi berlaku. Gedung Putih disebut juga menanggapi secara positif keterlibatan UEA dan negara-negara Teluk lain yang bersedia membantu menghadapi Iran.

Kementerian Luar Negeri UEA menolak berkomentar langsung soal dugaan serangan itu. Namun, kementerian merujuk pada pernyataan sebelumnya bahwa UEA berhak mengambil langkah pertahanan jika menghadapi ancaman yang dinilai membahayakan negaranya.

DPR Dorong Perlakuan Setara Distribusi Pupuk Subsidi dan BBM

Jika informasi ini benar, keterlibatan UEA menandai perubahan besar dalam dinamika konflik kawasan. Selama ini, negara itu dikenal berupaya menjaga hubungan seimbang dengan Amerika Serikat dan Israel, sembari tetap mempertahankan relasi ekonomi dan diplomatik dengan Iran.

Laporan tersebut juga muncul di tengah klaim bahwa Israel telah menempatkan sistem pertahanan udara di wilayah UEA, termasuk Iron Dome dan Iron Beam, untuk membantu menghadapi ancaman dari Iran.

Sejak perang pecah, UEA disebut telah mencatat lebih dari 550 rudal balistik, puluhan rudal jelajah, serta lebih dari 2.260 drone yang diluncurkan Iran ke kawasan tersebut.

Target terhadap infrastruktur energi seperti kilang Pulau Lavan turut memicu kekhawatiran pasar global. Fasilitas energi di Teluk Persia kini menjadi sasaran penting dalam konflik, sehingga memunculkan risiko gangguan pasokan minyak dunia dan keamanan jalur pelayaran internasional.

Bagi Amerika Serikat, keterlibatan UEA dinilai memberi keuntungan strategis karena menunjukkan sekutu Washington di Teluk siap menghadapi Iran. Di sisi lain, UEA dapat mengurangi tekanan internasional karena tidak secara terbuka mengakui operasi militernya.

Kemenimipas Bongkar Love Scamming Penjara, Rutan Kotabumi Disorot

Bagi Iran, pesan yang tersirat jelas: konflik ini tak lagi hanya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Bila laporan Wall Street Journal tersebut akurat, salah satu negara Teluk paling berpengaruh kini disebut ikut terjun langsung dalam perang melawan Teheran.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com