Jakarta – Penurunan jumlah pengikut Instagram dalam skala besar ternyata bukan dipicu peretasan, melainkan langkah bersih-bersih yang dilakukan platform milik Meta terhadap akun tidak aktif dan akun bot. Kebijakan itu membuat sejumlah selebritas dunia hingga figur publik Indonesia mendapati angka followers mereka anjlok dalam waktu singkat.
Isu ini sempat ramai di media sosial karena banyak pengguna menduga terjadi gangguan sistem. Namun, penjelasan yang muncul kemudian menunjukkan bahwa Instagram memang sedang menjalankan penghapusan massal terhadap akun yang dinilai tidak autentik demi menjaga kualitas interaksi di platform.
Di Indonesia, Luna Maya termasuk yang merasakan dampaknya. Akun Instagram milik artis sekaligus presenter itu disebut kehilangan sekitar 800 ribu pengikut dalam waktu singkat.
Luna menanggapi situasi tersebut melalui akun Threads miliknya. Dengan nada santai, ia menyiratkan bahwa penurunan itu wajar terjadi karena Instagram sedang melakukan pembersihan akun.
“IG lagi bersih-bersih,” tulis Luna Maya di Threads, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Tak hanya figur publik dengan jutaan pengikut, para kreator konten dan influencer lain juga terdampak. Mereka yang memiliki basis followers lebih kecil dilaporkan kehilangan sekitar 2 hingga 5 persen pengikut.
Efek kebijakan ini tidak hanya terlihat di Indonesia. Cristiano Ronaldo dikabarkan kehilangan sekitar 6,6 juta followers, meski total pengikutnya masih berada di angka 666 juta.
Nama besar lain yang ikut mengalami penurunan antara lain Kylie Jenner, yang disebut kehilangan lebih dari 14 juta pengikut hanya dalam beberapa jam. Selena Gomez juga tercatat turun sekitar 6 juta followers, sementara Taylor Swift kehilangan sekitar 4,1 juta.
Dampak serupa menimpa dua grup K-pop besar, BTS dan BLACKPINK. Keduanya dikabarkan kehilangan hingga sekitar 10 juta followers setelah pembersihan akun dilakukan.
Melalui pernyataan resminya, Instagram menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari proses rutin platform untuk menghapus akun yang tidak aktif maupun tidak autentik.
“Sebagai bagian dari proses rutin kami untuk menghapus akun yang tidak aktif, beberapa akun Instagram mungkin telah melihat pembaruan pada jumlah pengikut mereka,” kata juru bicara Instagram.

