Cebu – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation Terminal, Cebu, Filipina, sekitar pukul 13.45 waktu setempat, untuk menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48. Kedatangannya disambut secara resmi oleh Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina Eduardo Oban dalam prosesi kehormatan.
Sesaat setelah turun dari pesawat, Prabowo menerima sambutan khas tuan rumah, mulai dari jajar pasukan kehormatan, pertunjukan tari tradisional Filipina, hingga penyerahan buket bunga. Suasana penyambutan berlangsung meriah dan penuh penghormatan.
Ada hal menarik dalam kunjungan kali ini. Untuk pertama kalinya dalam perjalanan luar negeri, Prabowo dijemput menggunakan Maung, kendaraan taktis ringan yang dikembangkan industri pertahanan nasional Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kendaraan tersebut akan dipakai Presiden selama berada di Filipina. “Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Teddy menjelaskan, Maung merupakan hasil pengembangan yang sudah dirintis sejak Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan. Kini, kendaraan itu disebut menjadi salah satu penanda kemajuan industri pertahanan Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa Prabowo telah memakai Maung sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
Menurut Teddy, penggunaan Maung dalam agenda KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar soal moda transportasi. Lebih dari itu, kendaraan tersebut dinilai membawa pesan tentang kemandirian nasional, kepercayaan diri bangsa, sekaligus kemajuan teknologi Indonesia di mata dunia.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi,” kata Teddy.

