Jakarta – Kementerian Keuangan memastikan ketersediaan anggaran untuk menggaji 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan dana tersebut akan dialokasikan dari sisa anggaran kementerian/lembaga terkait yang belum terserap.
“Masih ada sisa anggaran yang bisa dialokasikan untuk sementara. Program ini hanya untuk dua tahun ke depan, jadi dana tersedia,” ujar Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
Ia menjelaskan bahwa gaji para manajer tersebut akan diambil dari sisa anggaran program Kopdes/Kel Merah Putih yang belum terpakai. Mengenai perkembangan detail program ini, Sri Mulyani mengaku belum mendapatkan laporan langsung dari timnya.
“Anak buah saya sudah rapat dengan mereka, namun belum ada laporan ke saya. Tapi karena pembiayaan sudah jelas, jadi tidak masalah,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan bahwa pemerintah sedang merekrut 30.000 manajer untuk ditempatkan sebagai karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Namun, status kepegawaian Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini akan berubah menjadi petugas koperasi setelah dua tahun masa percobaan.
“Setelah dua tahun menjadi pegawai Agrinas, mereka akan beralih status menjadi petugas koperasi,” jelas Zulhas saat konferensi pers di kantornya, Senin (4/5).
Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata menambahkan bahwa nasib manajer Kopdes Merah Putih setelah dua tahun akan bergantung pada penilaian kinerja. Pemerintah berupaya mencari karyawan dengan kemampuan kewirausahaan yang baik.
“Mereka akan dididik terlebih dahulu sebelum menjadi manajer koperasi. Pengalaman ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Hasil kinerja mereka akan dievaluasi,” kata Teddy.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini mengonfirmasi bahwa rekrutmen KDKMP ini mengikuti skema rekrutmen pegawai BUMN.
Mengenai status akhir para manajer tersebut, Sri Mulyani mengaku belum mendiskusikannya lebih lanjut. “Saya belum membahas hal itu, jadi saya tidak tahu. Nanti bisa salah bicara,” tutupnya.

