PATI – PT Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam kondisi aman. Stok yang tersedia saat ini tercatat mencapai 2,7 kali lipat dari kebutuhan konsumsi harian normal masyarakat.
Pjs Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Rizky Diba Avrita, menyatakan bahwa pasokan BBM di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga dalam kondisi tercukupi.
“Untuk stok BBM solar subsidi di Jateng dan DIY, keandalan pasokan mencapai 17,1 kali lipat dari konsumsi normal,” ujar Rizky, Selasa (5/5/2026).
Pernyataan ini muncul menyusul aksi unjuk rasa nelayan di Alun-alun Pati pada Senin (4/5/2026). Dalam aksi tersebut, para nelayan menuntut pemerintah menurunkan harga solar nonsubsidi yang kini mencapai Rp30.000 per liter. Menurut para nelayan, harga tersebut sangat memberatkan dan mengancam keberlangsungan usaha mereka dalam mencari ikan.
Menanggapi hal itu, Rizky menegaskan bahwa solar subsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak, termasuk nelayan kecil. Ia menjelaskan bahwa nelayan dengan kapal di bawah 30 gross ton (GT) dapat memperoleh solar subsidi dengan melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.
Sementara itu, untuk operasional kapal di atas 30 GT, nelayan diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku karena dikategorikan sebagai usaha industri.
Pertamina berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena stok BBM dipastikan tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

