Gandaria Utara – Ketua RT 11/RW 7, Imam Basori menjelaskan program ini merupakan aspirasi warga setempat. Penggunaan smart gate ini merupakan upaya menjaga lingkungan yang lebih aman, khususnya pada malam hari.
Cara ini diharapkan dapat mencegah aksi pencurian motor maupun tindak kejahatan lainnya.
"Awalnya ya kalau masyarakat kan mungkin dianggapnya simpel ya, Mas. Bilang ‘Pak bikin gerbang’. Nah saya ngomongnya, ‘Pak kalau hanya gerbang doang, ya kurang ini ya, kita harus ada sesuatu yang berbeda’," kata Imam, Rabu (15/4/2026).
Penggunaan smart gate ini tidak dapat digunakan oleh sembarangan orang. Warga harus memiliki kartu akses. Setiap kartu keluarga akan mendapatkan satu kartu akses.
"Gembok itu kan masih ada cairan, bisa dibobol. Nah, ini kita harus pakai strategi yang kira-kira eranya sekarang sudah eranya digital," ungkap dia.
Selain itu, keberadaan smart gate membatasi ruang gerak orang asing yang memiliki niatan buruk tersebut. Akses keluar masuk akan lebih terbatas dan terkontrol.
Imam mengatakan, gerbang tidak ditutup sepanjang hari. Pintu ditutup rutin dari pukul 12 malam hingga menjelang subuh. Sementara itu, pada siang hari hingga sebelum pukul 12 malam, pintu terbuka bebas untuk lalu lalang masyarakat beraktivitas.
Menariknya, aliran listrik yang digunakan untuk smart gate tersebut yaitu melalui PLTS atau dikenal panel surya. Jika suatu saat terjadi pemadaman listrik, pintu tersebut tetap berfungsi normal.
"Sudah ada PLTS saya pasang untuk meng-cover kalau lampu mati. Lampu mati jadi kan akses kartu kan harus ada cover-nya nih sama lampu dan sebagainya biar minimal kalau ada mati lampu nah itu masih bisa buka," jelas Imam.
Meski begitu, belum semua gerbang menggunakan panel surya, karena masih tahap percobaan awal. Ke depannya, kata Imam, akan diusahakan semua menggunakan panel surya.

