Ekonomi

WSKT Rampungkan Divestasi Tol Cimanggis-Cibitung, Raup Dana Rp3,28 Triliun

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR), secara resmi menuntaskan seluruh rangkaian aksi korporasi pada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Divestasi 35 persen saham CCT kepada PT Bakrie Toll Indonesia menjadi salah satu bagian transaksi dengan total nilai mencapai Rp 3,28 triliun. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam program restrukturisasi keuangan dan penyehatan perseroan.

“Kami bersyukur rangkaian aksi korporasi, termasuk proses pelepasan saham atau divestasi CCT berjalan lancar dan sudah selesai,” ujar Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho. Ia menambahkan, langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan terhadap kreditur serta untuk memenuhi Master Restructuring Agreement (MRA) yang telah efektif sejak Oktober 2024.

Hanugroho menjelaskan, divestasi jalan tol merupakan elemen krusial dari strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis Waskita Karya. Aksi korporasi ini bertujuan menyehatkan keuangan perusahaan serta memenuhi kebutuhan pendanaan strategis.

“Waskita Karya akan terus menjaga stabilitas keuangan dan melanjutkan divestasi jalan tol,” tambah Hanugroho. Ia menegaskan, perseroan kini kembali berfokus pada bisnis inti sebagai perusahaan konstruksi yang membangun gedung, infrastruktur air, jalan, dan jembatan.

Dana hasil divestasi ini akan dialokasikan untuk penyelesaian kewajiban kepada kreditur, peningkatan likuiditas, dan memperkuat arus kas operasional perusahaan. Ini diharapkan membantu Waskita menata ulang portofolio dan menjaga nilai aset.

Waskita Karya Rampungkan Divestasi Saham Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 3,28 Triliun

Sebelum divestasi ini, komposisi kepemilikan saham di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung adalah 55 persen oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), 10 persen oleh PT Bakrie Toll Indonesia, dan 35 persen oleh WTR.

“Ke depannya, perseroan akan terus melakukan divestasi jalan tol lainnya sebagai salah satu strategi penguatan keuangan,” ujar Hanugroho. Sebagai contoh, pada tahun 2024, Waskita Karya juga telah mendivestasi 25 persen saham PT Trans Jabar Tol (TJT) kepada PT SMI.

Sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman 65 tahun, Waskita Karya berperan vital dalam pembangunan infrastruktur Indonesia. Selama sepuluh tahun terakhir, grup usaha WTR telah berinvestasi pada 18 ruas jalan tol, termasuk di Trans Jawa dan Trans Sumatera. Dari jumlah tersebut, sembilan ruas telah didivestasi sejak 2019.

Secara keseluruhan, kontribusi Waskita Karya mencapai lebih dari 1.000 kilometer dari total 3.000 kilometer jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Hanugroho menekankan pentingnya proyek jalan tol yang memiliki *multiplier effect* luas, tidak hanya memudahkan konektivitas tetapi juga membuka bangkitan ekonomi baru dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Komentar
Hutama Karya Menanti Keputusan Danantara Terkait Merger BUMN Karya

Berita Populer

01

BI Aktifkan REPO SMF: Langkah Bersejarah untuk Stabilitas dan Likuiditas Pasar.

02

Sanly Liu, Delegasi Indonesia, Raih Penghargaan Kulit Terbaik di Miss Universe 2025

03

XL Axiata Bagikan Dividen Jumbo Rp 2,89 Triliun, Senangkan Investor Usai Merger

04

Sumbar Genjot Keuangan Syariah: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Secara Masif

05

Semen Padang FC Akhiri Kontrak Filipe Chaby: Evaluasi Tim Jadi Alasan

06

Payakumbuh Siapkan Pendidik Terbaik Menuju Apresiasi GTK Hebat Nasional 2025

Berita Terbaru











× www.domainesia.com
× www.domainesia.com