Ekonomi

Visi Iding Pardi untuk BEI: Perkuat Tata Kelola dan Seleksi IPO

JAKARTA – Calon Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi, berkomitmen memperkuat tata kelola atau *governance* pasar modal Indonesia sebagai fondasi utama pertumbuhan yang sehat. Iding, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menekankan pentingnya peningkatan kualitas perusahaan yang melantai di bursa atau IPO.

Menurut Iding, penguatan tata kelola tidak hanya dilakukan di internal bursa, tetapi juga mencakup ekosistem pasar secara keseluruhan. Langkah ini diambil agar investor tidak hanya menjadi angka dalam statistik jumlah *Single Investor Identification* (SID), tetapi aktif bertransaksi secara berkelanjutan.

“Kita ingin memperkuat *governance*, baik dari sisi bursa maupun pasar. Itu adalah fondasi utama agar pasar kita tumbuh lebih sehat,” ujar Iding di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Masa jabatan jajaran Direksi BEI saat ini akan berakhir pada 29 Juni 2026. Proses pemilihan direksi baru tengah berlangsung, dengan tahap *fit and proper test* yang telah dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 12 Mei 2026.

Jika terpilih, Iding berjanji akan fokus pada kualitas pasar agar investor tidak hanya masuk sesaat lalu kapok karena mengalami kerugian. Ia menyoroti pentingnya menjaga kualitas IPO dan kualitas investor agar keberlangsungan pasar modal tetap terjaga.

Rupiah Melemah ke Rp17.700, Mirae Prediksi BI Rate Tetap 4,75%

Selain tata kelola, Iding memandang pentingnya menjaga komunikasi strategis dengan penyedia indeks global, seperti MSCI dan FTSE. Menurutnya, hubungan baik dengan lembaga-lembaga tersebut krusial karena menjadi cerminan persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Terkait kondisi pasar saat ini, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan akibat sentimen negatif global, pelemahan nilai tukar, hingga lonjakan harga minyak dunia, Iding menyebut bahwa hal tersebut telah dibahas dalam sesi *fit and proper test* bersama OJK.

“Tentu kondisi pasar saat ini menjadi perhatian OJK. Fokus kita adalah mengelola pasar dengan lebih prudent dan mengedepankan tata kelola, karena pergerakan pasar dipengaruhi banyak faktor eksternal,” pungkasnya.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*

Aliran Dana Asing Masuk, Rupiah Diprediksi Menguat Tajam

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

05

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

06

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

07

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com