Berita

Pemerintah Dorong Alumni Partnering in Business with Germany Ekspansi Pasar Eropa

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera dalam acara Alumni Gathering Program Partnering in Business with Germany di Jakarta, Selasa (19/05).
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera dalam acara Alumni Gathering Program Partnering in Business with Germany di Jakarta, Selasa (19/05). Foto : Kemenko Perekonomian

Jakarta – Pemerintah menempatkan kemitraan ekonomi Indonesia-Jerman sebagai salah satu jalur penting untuk memperluas peluang dagang, investasi, dan akses pasar internasional bagi pelaku usaha nasional. Fokus utamanya ada pada penguatan industri kecil dan menengah melalui peningkatan kapasitas, jejaring bisnis, dan kesiapan masuk ke rantai pasok global.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan Program Partnering in Business with Germany menjadi instrumen nyata untuk mendorong daya saing IKM Indonesia. Menurut dia, program itu dirancang agar pelaku usaha nasional, terutama IKM, bisa lebih siap terintegrasi ke pasar Eropa.

“Program Partnering in Business with Germany sebagai instrumen konkret untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia agar mampu terintegrasi ke dalam rantai pasok global, khususnya pasar Eropa,” kata Dida dalam Alumni Gathering Program Partnering in Business with Germany di Jakarta, Selasa (19/05).

Dida menjelaskan, program tersebut juga memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi kedua negara yang sebelumnya ditegaskan melalui penandatanganan kesepakatan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) Indonesia-Jerman. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari inisiatif kemitraan perdagangan bilateral Pemerintah Jerman dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia, untuk mempererat hubungan ekonomi dan perdagangan.

BPSDM Kemendagri Asah CPNS Adaptif dan Berintegritas Lewat Latsar

Batch pertama program ini digelar di Jerman pada 19 Januari sampai 5 Februari 2026. Kegiatan tersebut berbentuk pelatihan dan pengembangan manajerial usaha, dengan peserta sebanyak 21 orang dari 19 IKM yang mewakili perusahaan dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti pembekalan awal, pelatihan, kunjungan perusahaan, hingga pertemuan bisnis dengan mitra usaha Jerman. Dari rangkaian itu, pemerintah berharap kemampuan pelaku usaha meningkat dan standar pasar global dapat dipenuhi.

“Apabila industri kecil dan menengah Indonesia mampu memenuhi standar dan diterima di pasar global, maka peluang untuk memperluas akses ke berbagai pasar internasional lainnya akan semakin terbuka,” ujar Dida.

Kegiatan Alumni Gathering menjadi penutup program sekaligus ruang untuk mengulas hasil pelaksanaan, berbagi pengalaman antarpeserta, memperkuat jejaring alumni, dan menjaga hubungan dengan pemangku kepentingan strategis dari Indonesia maupun Jerman. Pemerintah menilai forum ini penting untuk memastikan penetrasi pelaku industri nasional ke pasar Eropa tetap berlanjut, sambil membuka peluang kolaborasi dan inovasi yang lebih luas melalui transfer pengetahuan serta kemitraan jangka panjang.

Dari sisi Jerman, Head of Division VB4 Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi Republik Federal Jerman (BMWE) Ulrich Niemann menyebut para peserta telah menjalani agenda padat selama tiga minggu di negaranya. Mereka mengunjungi 10 perusahaan Jerman dan menghadiri dua pameran besar sektor makanan, yakni Green Week di Berlin serta International Sweets and Snacks Fair di Cologne.

Kemenag Gelar Seleksi Majelis Masyayikh, Perkuat Mutu Pesantren

Selain itu, panitia memfasilitasi 105 pertemuan bisnis selama program berlangsung. Rata-ratanya hampir lima pertemuan business-to-business untuk setiap peserta.

Menurut Ulrich, tingginya jumlah pertemuan itu menunjukkan besarnya minat perusahaan Jerman menjalin kerja sama dengan Indonesia. Ia juga menilai evaluasi program memperlihatkan peningkatan kompetensi internasional peserta, terutama dalam analisis pasar, komunikasi bisnis, negosiasi, penjajakan mitra, dan pemahaman budaya bisnis Jerman.

Sejumlah peserta bahkan sudah menandatangani pra-kontrak maupun kontrak penuh dengan perusahaan Jerman. Sebagian lainnya masih melanjutkan proses negosiasi dan penyesuaian operasional.

Dalam penutup sambutannya, Dida meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat sinergi pengembangan IKM serta pendampingan menuju pasar global. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan penguatan daya saing nasional.

“Kami berharap kegiatan Alumni Gathering ini dapat menjadi wadah untuk merefleksikan pelaksanaan program, memperkuat jejaring antar peserta dan pemangku kepentingan, serta mendorong keberlanjutan kolaborasi dalam pengembangan dan peningkatan daya saing industri kecil dan menengah Indonesia,” kata Dida.

Mahyeldi: Masalah Kuota BBM Picu Antrean Panjang di Sumbar

Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Koordinator Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar RI di Berlin Noam Lazuardy, Sekretaris Pertama Bidang Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta Anja Nitschke-Hoffmann, Ketua Komite Bilateral Jerman Kadin Indonesia Jongkie Sugiarto, Senior Project Manager GIZ Jerman Ronald Schulz, Asisten Deputi Pengembangan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika, dan Aneka Atong Soekirman, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Nuryani Yunus, Senior Eksekutif Pelatihan dan Edukasi EKONID Raja Falency Arifah, serta Esther K Cesie Mandagi dari Kadin Indonesia.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

05

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

06

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

07

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com