Jakarta – Sejumlah tokoh, ulama, dan pimpinan ormas Islam menghadiri halalbihalal bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, di kediaman Dubes, Rabu (15/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Abdul Hakim Mahfudz berharap perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran dihentikan seiring masuknya musim haji.
"Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua Tanah Suci di Saudi Arabia," kata dia.
"Oleh karenanya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun, yang akan berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026," sambungnya.
Selain itu, Abdul Hakim berharap gencatan senjata sementara antara AS dan Iran menjadi permanen.
"Kami menyerukan agar gencatan senjata sementara dalam waktu dua minggu yang tengah terjadi antara Iran dengan Israel ataupun Amerika Serikat menjadi gencatan senjata yang permanen," ungkap Abdul Hakim.
Sementara itu, Ahmad Muzani menegaskan Indonesia tidak berpihak dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
"Sebagai negara yang menganut politik bebas aktif, Indonesia dalam situasi seperti ini tidak mungkin untuk melakukan pemihakan," kata dia.
Muzani mengapresiasi Arab Saudi karena tidak terpancing situasi yang bergejolak di Timur Tengah. Meski perundingan damai di Pakistan belum membuahkan hasil, Muzani berharap diplomasi terus diupayakan.
Arab Saudi Beri Jaminan
Faisal Abdullah Al Amoudi memastikan negaranya dalam kondisi aman dan menjamin pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.
"Kerajaan Arab Saudi senantiasa memberikan jaminan keamanan tersebut, baik kepada para jemaah haji, juga kepada para jemaah umrah, ataupun para pengunjung-pengunjung lainnya yang berdatangan ke Arab Saudi," kata dia.
Menteri Haji: Prabowo Tekankan Keselamatan Jemaah Prioritas Utama
Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sesuai rencana meski situasi geopolitik Timur Tengah memanas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menyatakan pemerintah terus memantau situasi global agar jemaah Indonesia dapat beribadah dengan aman.
"Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut," kata Irfan.
Pemerintah menetapkan fokus pengamanan menyeluruh, mulai dari perjalanan, saat di Tanah Suci, hingga distribusi logistik.
Pastikan Haji Sesuai Jadwal
Pemerintah memastikan seluruh tahapan haji tetap berjalan sesuai jadwal.
"Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal," ucapnya.
Kuota haji Indonesia 2026 ditetapkan sebanyak 221 ribu orang, terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. Keberangkatan kloter pertama dijadwalkan 22 April 2026, sedangkan keberangkatan terakhir 21 Mei 2026. Puncak ibadah haji diperkirakan 22 Mei 2026, dengan jadwal inti 26 Mei 2026. Pemulangan jemaah dilakukan bertahap 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

