Gonesia – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pemerintah untuk menambah secara signifikan anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Penambahan dana ini bertujuan untuk memperluas cakupan beasiswa bagi anak-anak Indonesia yang berprestasi, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga mereka.
Prabowo menjelaskan, sumber tambahan dana LPDP akan berasal dari hasil efisiensi anggaran negara serta dana-dana yang disita dari para koruptor. Ia secara spesifik mencontohkan kemungkinan alokasi sebagian dari dana sebesar Rp 13 triliun yang berhasil disita Kejaksaan Agung dari kasus korupsi.
Menurut Prabowo, pemberian beasiswa ini sangat penting untuk menjaring dan mengembangkan potensi anak-anak unggulan yang cerdas demi kemajuan bangsa. Ia menekankan bahwa kecerdasan tidak hanya terbatas pada anak-anak dari keluarga mampu, melainkan banyak ditemukan pada anak-anak dari latar belakang kurang mampu.
Presiden melanjutkan, berdasarkan data statistik, diperkirakan satu persen dari populasi setiap negara memiliki tingkat kecerdasan di atas 120. Dengan populasi Indonesia yang mencapai 287 juta jiwa, ini berarti sekitar 2,8 juta individu berpotensi memiliki kecerdasan tinggi yang harus diidentifikasi dan didukung.
Pemerintah berkomitmen untuk menjaring anak-anak berbakat tersebut dan memastikan mereka mendapatkan beasiswa. Prabowo juga menyebutkan keberadaan Sekolah Garuda sebagai salah satu inisiatif untuk mengakomodasi siswa-siswa dengan kecerdasan tinggi.
Untuk implementasi program ini, Prabowo akan meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk bekerja sama dalam menjaring anak-anak cerdas tersebut. Ia juga berharap adanya bantuan dari organisasi masyarakat (Ormas) dan yayasan-yayasan dalam upaya pencarian talenta ini.

