Suwon – Jonatan Christie berhasil mengamankan tiket ke babak final Korea Open 2025 setelah menaklukkan kompatriotnya, Alwi Farhan, dalam duel sengit semifinal tunggal putra. Pertarungan yang berlangsung di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, pada Jumat (26/9/2025) ini memastikan satu tempat bagi Indonesia di partai puncak turnamen bulu tangkis level Super 500 tersebut.
Jonatan, yang akrab disapa Jojo, memenangi pertandingan dengan skor akhir 18-21, 21-14, 21-15. Laga ketat sesama wakil Merah Putih ini berlangsung selama 1 jam 17 menit, menunjukkan perlawanan sengit dari kedua pemain.
Usai pertandingan, Jonatan mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali mencapai final turnamen internasional. “Puji Tuhan karena mencapai final kedua tahun ini setelah Indonesia Masters bulan Januari lalu. Penantian yang cukup panjang setelah segala macam hal yang terjadi, banyak lika-likunya,” ujarnya pada Sabtu (27/9/2025).
Jojo juga menyatakan kebahagiaannya atas hasil ini, tidak hanya karena melaju ke final, tetapi juga melihat peningkatan signifikan dari juniornya, Alwi Farhan. “Cukup *happy*, bukan karena bisa masuk final tapi juga melihat penampilan Alwi bermain seperti tadi. Di luar ekspektasi, tapi tidak heran dengan beberapa kali dia bisa mengalahkan pemain top. Terlihat *improve* yang sangat jelas,” kata Jonatan.
Ia menceritakan jalannya laga, terutama di gim pertama saat Alwi mengejutkannya dengan pola permainan yang lebih agresif. “Di gim pertama setelah saya unggul lumayan banyak, Alwi mengubah permainan dengan semakin agresif. Mengagetkan,” jelasnya.
Namun, di dua gim berikutnya, Jonatan mengubah strateginya. “Di gim kedua dan ketiga saya coba lebih sabar dan menggunakan pengalaman saya,” tambahnya.
Menatap partai final Korea Open 2025, Jonatan bertekad menjaga fokus dan menikmati pertandingan. “Besok saya mau menikmati pertandingan, menikmati final kedua saya. Tapi saya juga akan melakukan yang terbaik, berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang saya bisa,” tutur Jojo.
Bagi Alwi Farhan, laga semifinal ini menjadi pengalaman berharga dan fase penting dalam kariernya. Ia menghadapi senior sekaligus idolanya. “Pertandingan ini menjadi titik yang penting di perjalanan karier saya. Tidak selalu mulus, banyak pelajaran yang sangat berharga,” ucap Alwi.
Alwi mengakui banyak pelajaran yang didapat dari Jonatan. “Pertama kali merasakan melawan senior sekaligus idola. Saya belajar bagaimana dia lebih bisa membalikkan pikiran ketika tertekan, lebih bisa konsisten jaga fokus, bisa lebih menikmati suasana dan kondisi di lapangan,” terangnya.
Meski belum sepenuhnya puas, Alwi tetap mengapresiasi pencapaiannya kali ini. Ini adalah semifinal Super 500 pertamanya sepanjang karier. “Cukup senang bisa ke semifinal Super 500 pertama kali tapi belum puas pastinya. Masih banyak target-target yang mau dicapai dan saya akan terus memperbaiki diri, meningkatkan performa,” pungkas Alwi.

