Jakarta – Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas tragis setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya. Insiden memilukan itu terjadi saat penindakan massa demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025, di kawasan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat.
Farhan (31), salah satu rekan Affan di pangkalan ojek online Tanah Abang, menyampaikan kesaksiannya. Ia menuturkan bahwa almarhum tewas saat sedang mengantar pesanan makanan. Menurut Farhan, saat itu kondisi di lokasi pecah dan massa berlarian, membuat Affan terjebak hingga dilindas kendaraan Brimob.
Farhan mengaku baru mengenal Affan sekitar empat bulan, namun sudah sangat akrab dari pertemuan rutin di pangkalan. Ia masih mengingat betul sosok muda tersebut.
Affan, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, digambarkan Farhan sebagai sosok yang sederhana, ramah, dan sering melontarkan gurauan. “Orangnya enggak neko-neko, *humble*, humoris juga sering bercanda,” ujarnya.
Namun, bagi Farhan, kenangan terkuat akan Affan adalah kegigihannya dalam bekerja. “Dia pejuang keluarga. Di umur segitu dia mau panas-panasan Gojek,” kenang Farhan, yang wajahnya terlihat letih di balik helm.
Kematian Affan menambah keresahan di kalangan pengemudi ojek online. Farhan menyoroti beratnya hidup para driver, mulai dari potongan aplikasi, biaya bensin, hingga tingginya risiko di jalan.
Ia pun menyuarakan keprihatinan kepada pemerintah, meminta para pejabat publik untuk tidak membuat kebijakan yang justru menyulitkan rakyat. “Hidup kita sudah susah. Harusnya pro ke rakyat, bukan yang lain,” tegasnya.
Farhan sendiri mengaku ikut serta dalam demonstrasi sehari sebelumnya. Ia memahami tuntutan tersebut sering dianggap gaduh, namun baginya intinya sederhana: kesejahteraan.
“Ingat, DPR itu siapa dulunya kalau bukan rakyat? Sejahterakan rakyat dulu lah. Tunjukkan kinerja yang bagus,” ucap Farhan, menyuarakan harapannya kepada para wakil rakyat.
Bagi Farhan, Affan Kurniawan bukan hanya sekadar rekan pangkalan, melainkan simbol kegigihan para pekerja jalanan. Seorang anak muda yang berjuang dalam diam, dengan keringat dan keberanian di tengah kerasnya ibu kota.

