Gonesia – Gelandang asal Prancis, Adrien Rabiot, terlibat pertengkaran hebat di ruang ganti Marseille usai timnya menelan kekalahan 1-0 dari Rennes. Insiden ini berujung pada keputusan klub untuk mencoret Rabiot dan Jonathan Rowe dari skuad, serta memerintahkan mereka mencari klub baru.
Pertikaian itu bermula dari adu mulut antara Rabiot dan Jonathan Rowe, sebelum ketegangan meningkat menjadi adu fisik di antara kedua pemain.
Keributan tersebut sangat parah hingga memaksa Presiden Klub Marseille, Pablo Longoria, memanggil petugas keamanan. Mereka harus masuk ke ruang ganti untuk memisahkan drama panas antar pemain tersebut.
Sebagai dampak dari kegaduhan ini, manajemen Marseille memutuskan untuk mengeluarkan Rabiot dan Jonathan dari daftar skuad. Keduanya kini diperintahkan untuk segera mencari pelabuhan baru.
Merespons keputusan klub, ibunda sekaligus manajer Adrien Rabiot, Veronique Rabiot, angkat bicara. Ia merasa anaknya dikhianati oleh klub asal Prancis itu.
Veronique menganggap langkah yang diambil Marseille sangat tidak adil. Menurutnya, anaknya telah memberikan banyak kontribusi bagi klub sejak bergabung pada tahun 2024, sehingga pertengkaran ini seharusnya tidak menjadi alasan pemecatan.
“Pertengkaran ini tidak bisa dijadikan alasan kenapa Rabiot harus dikeluarkan dari tim. Saya merasa sangat kesal karena dia sudah melakukan banyak hal untuk Marseille, tapi mereka memperlakukan anak saya seperti ini,” ujar Veronique.
Menariknya, nama Mason Greenwood ikut terseret dalam pembelaan yang dilakukan Veronique. Ia membandingkan kesempatan kedua yang diberikan Marseille kepada Greenwood setelah pemain asal Inggris itu terlibat skandal kekerasan terhadap kekasihnya.
“Aku percaya terhadap kesempatan kedua ke manusia, tapi apakah anakku akan menjadi satu-satunya yang tidak layak untuk mendapatkan kesempatan itu?” tambahnya.
Saat ini, Jonathan Rowe dikabarkan telah menetapkan kepindahannya ke Bologna. Sementara itu, Rabiot masih dalam pencarian klub baru, meskipun Juventus dan Inter Milan disebut-sebut menaruh ketertarikan pada gelandang berusia 30 tahun tersebut.

