JAKARTA – Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pulih setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi terakhir, menyusul aksi beli besar-besaran dari dua direksi perseroan. Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), harga saham BRMS ditutup di level Rp 570 per saham atau menguat 3,64% setara 20 poin.
Penguatan itu terjadi di tengah catatan pelemahan BRMS dalam sebulan terakhir. Selama 30 hari perdagangan, saham emiten tambang mineral tersebut masih terkoreksi 21,9%. Bahkan, pada 28 September turun 6,06% dan sehari sebelumnya, 1 Oktober, kembali melemah 6,78%.
Di saat harga berada di bawah tekanan, dua direktur BRMS tercatat menambah kepemilikan saham perusahaan, yakni Adika Aryasthana Bakrie dan Muhammad Sulthon. Keduanya melakukan transaksi pembelian pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
Adika menjadi salah satu pembeli terbesar. Pada 22 September 2026, ia membeli 750.500 saham BRMS di harga Rp 665 per saham. Dua hari berselang, tepatnya 25 September, ia kembali memborong 372.400 saham pada harga Rp 670 per saham. Setelah dua transaksi itu, kepemilikannya bertambah menjadi 1.122.900 saham.
Belum berhenti di situ, Adika menambah lagi 389.900 saham pada 28 September 2026 dengan harga Rp 640 per saham. Aksi ini bernilai sekitar Rp 249,53 juta dan membuat total kepemilikannya naik menjadi 1.512.800 saham.
Muhammad Sulthon juga ikut membeli saham BRMS. Pada 1 Oktober 2026, ia mengakumulasi 180.500 saham dalam tiga tahap transaksi dengan rentang harga Rp 545-Rp 565 per saham.
Rinciannya, 85.000 saham dibeli di harga Rp 565, lalu 10.000 saham di harga Rp 545, dan 85.500 saham di harga Rp 555 per saham. Total nilai transaksi itu sekitar Rp 100,21 juta. Setelah pembelian, jumlah saham yang dimilikinya meningkat dari 40.000 menjadi 220.500 saham.
Jika digabung, pembelian yang dilakukan Adika pada 22, 25, dan 28 September serta transaksi Sulthon pada 1 Oktober mencapai 1.693.300 saham BRMS. Nilai keseluruhannya sekitar Rp 1,10 miliar.
Dari total tersebut, pembelian Adika mencapai 1.512.800 saham senilai sekitar Rp 998,1 juta. Adapun Sulthon memborong 180.500 saham dengan nilai sekitar Rp 100,2 juta.
Kedua transaksi disebut dilakukan untuk tujuan investasi. Dalam laporan transaksi Sulthon, pembelian juga dicatat sebagai kepemilikan saham langsung.
Pada perdagangan 2 Oktober, BRMS bergerak di rentang Rp 540-Rp 580 sebelum akhirnya ditutup di Rp 570. Dengan pergerakan itu, saham ini rebound dari tekanan sebelumnya dan kembali menguat setelah serangkaian pelemahan.
Meski demikian, pembelian saham oleh direksi tidak otomatis menjadi penentu arah harga BRMS ke depan. Kinerja perusahaan serta sentimen pasar tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor.


