JAKARTA, Gonesia.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara terbuka meminta basis suporter Bonek dan Bonita untuk tidak memberikan tekanan eksesif terkait ambisi menjadi juara pada kompetisi Super League 2026/2027.
Ia menilai ekspektasi tinggi yang menuntut gelar juara sejak awal musim justru berpotensi merusak fokus dan mentalitas para pemain di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tavares menanggapi banyaknya pesan langsung yang masuk kepadanya mengenai kewajiban tim untuk segera merengkuh trofi liga.
Menurutnya, keinginan menjadi juara adalah hal yang wajar dalam sepak bola, namun tekanan tersebut seharusnya tidak membebani langkah awal tim.
“Banyak Bonek dan Bonita bertemu saya berkata, juara coach, kita harus menang, kita wajib juara. Oke, pemain ingin memenangkan pertandingan berikutnya, dan itulah yang harus menjadi target tim,” tegas Tavares seperti dilansir JPNN.com.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut menekankan pentingnya menjaga ritme permainan dengan menjalani setiap pertandingan secara bertahap.
Ia menyatakan bahwa fokus utama skuad Bajul Ijo saat ini adalah menghadapi laga terdekat, bukan terpaku pada gelar juara yang masih sangat jauh di depan mata.
Tavares mengakui keberhasilan Persebaya menjuarai Piala Presiden merupakan pencapaian bersejarah yang membanggakan bagi seluruh pendukung.
Namun, ia menegaskan bahwa atmosfer serta tingkat kesulitan di turnamen tersebut sangat berbeda dengan kompetisi liga yang jauh lebih panjang dan kompetitif.
“Kita menjuarai Piala Presiden, semua orang senang, dan itu turnamen yang bagus. Persebaya belum pernah menjuarainya sebelum ini. Tapi sekarang, situasinya di Super League berbeda,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa beban sejarah Persebaya yang telah menunggu gelar liga selama 22 tahun tidak boleh ditimpakan sepenuhnya kepada para pemain saat ini.
Dirinya ingin meminimalisir beban psikologis tersebut agar setiap pemain bisa tampil lepas tanpa harus terbayang-bayang masa lalu yang panjang.
“Persebaya 22 tahun tidak menjuarai kompetisi, jadi tolong jangan beri tekanan berlebih. Target saya sebagai pelatih adalah menyiapkan tim terbaik untuk satu pertandingan berikutnya, itu saja,” katanya.
Tavares turut menyoroti ketatnya peta persaingan musim ini dengan keberadaan klub-klub kaya raya seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Dewa United, dan Bali United.
Kondisi finansial para pesaing tersebut mempermudah mereka dalam membangun skuad yang sangat dalam dan bertabur pemain berkualitas.
Oleh karena itu, ia berharap suporter dapat mengubah bentuk dukungannya menjadi energi positif, terutama saat tim sedang mengalami masa sulit atau hasil buruk.
Ia meminta Bonek dan Bonita untuk tetap memberikan semangat di tribun alih-alih melayangkan kritik tajam ketika pemain gagal menunjukkan performa maksimal.
“Jika ingin membantu, berikan dukungan terutama saat pemain tampil kurang maksimal di lapangan. Bonek dan Bonita harus terus bernyanyi memberi semangat ketika tim mengalami kekalahan,” harapnya.
Tavares menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa para pemain adalah manusia biasa yang membutuhkan dukungan moral guna menjaga performa terbaik mereka sepanjang musim.


