JAKARTA, Gonesia.com – Persib Bandung akan menghadapi tantangan mental yang signifikan saat melakoni laga pekan kedua Super League 2026/27 melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 12 September mendatang.
Duel yang sering dijuluki sebagai El Clasico Indonesia ini kembali ke panggung megah SUGBK setelah tujuh tahun penantian panjang.
Terakhir kali Persija menjamu Persib di stadion berkapasitas 78 ribu penonton tersebut terjadi pada edisi tahun 2019 silam.
Sejak saat itu, Macan Kemayoran belum pernah lagi menggunakan venue kebanggaan nasional tersebut untuk menjamu rival abadinya dalam laga kandang.
Kembalinya laga ini ke SUGBK dipastikan akan menciptakan atmosfer yang jauh lebih intens dibandingkan pertandingan liga pada umumnya.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, merespons kembalinya duel klasik ini ke SUGBK dengan antusiasme tinggi.
Ia memandang bahwa laga kontra Persija memiliki nilai prestise yang tidak bisa disamakan dengan pertandingan lainnya.
“Pertandingan seperti ini selalu memiliki arti khusus. Bermain langsung di kandang Persija tentu menjadi pengalaman yang menarik bagi kami,” ucap pelatih asal Kroasia tersebut sebagaimana dikutip dari JPNN.com.
Tolic secara sadar telah menyiapkan mental anak asuhnya untuk menghadapi teror suara dari suporter tuan rumah, Jakmania, yang diprediksi akan memadati stadion.
Ia menegaskan bahwa tekanan dari tribun penonton tidak boleh merusak fokus taktis yang telah disusun tim pelatih.
“Kami harus bisa menjaga ketenangan ketika berada di stadion yang penuh. Tekanan dari suporter memang akan terasa, tetapi pengalaman kami bermain di Asia membantu menghadapi situasi seperti ini,” ujarnya.
Optimisme Persib bukan tanpa dasar yang kuat mengingat mereka memiliki jam terbang tinggi di kancah internasional.
Maung Bandung tercatat telah terbiasa menghadapi berbagai situasi sulit dan tekanan atmosfer yang berbeda selama dua musim terakhir di kompetisi Asia.
Kesiapan mental ini semakin terasah setelah mereka baru saja memastikan diri melaju ke babak utama AFC Champions League Two (ACL 2).
Tiket ke turnamen Asia tersebut diraih setelah Maung Bandung sukses menyingkirkan Manila Digger dengan skor tipis 1-0 pada babak playoff.
Keberhasilan di kancah Asia dianggap menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Igor Tolic dalam menjaga stabilitas emosi di dalam lapangan.
Bagi sang juru taktik, ujian di SUGBK nanti adalah tentang bagaimana pemain mampu meredam provokasi dan tetap setia pada rencana permainan.
Menghadapi Persija di kandangnya sendiri menuntut konsentrasi penuh dari menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan ini juga diprediksi akan menjadi barometer kekuatan kedua tim di awal musim kompetisi Super League 2026/27.
Seluruh mata pencinta sepak bola nasional akan tertuju pada drama yang tersaji di rumput hijau SUGBK pekan depan.
Tolic menegaskan bahwa tantangan utama pasukannya bukanlah sekadar taktik lawan, melainkan bagaimana menaklukkan diri sendiri di tengah tekanan publik Jakarta.
Kesiapan fisik dan mental menjadi poin krusial yang terus dimatangkan oleh tim pelatih selama masa persiapan menjelang hari pertandingan.


