BANDUNG, Gonesia.com – Persebaya Surabaya resmi menobatkan diri sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung lewat drama adu penalti yang menegangkan di partai final.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi klub berjuluk Green Force, tetapi juga menandai keberhasilan taktis pelatih Bernardo Tavares dalam ujian debutnya.
Pertandingan puncak tersebut berlangsung sengit selama 120 menit dengan skor imbang yang memaksa kedua tim harus menyelesaikan laga melalui titik putih.
Bagi Bernardo Tavares, trofi ini merupakan bukti nyata efektivitas proyek pembangunan tim yang ia rancang sejak didatangkan ke Surabaya pertengahan musim lalu.
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah langkah awal yang krusial sebelum menghadapi tantangan utama di kompetisi liga mendatang.
“Trofi ini menjadi awal yang baik bagi Persebaya. Kami senang bisa mempersembahkan gelar Piala Presiden kepada seluruh keluarga besar Persebaya. Namun perjalanan kami masih panjang karena target utama adalah menghadapi kompetisi liga,” ujar Tavares dalam keterangan resminya.
Selain merayakan kemenangan, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada basis pendukung setia timnya atas loyalitas yang ditunjukkan sepanjang turnamen.
“Terima kasih kepada seluruh Bonek dan Bonita atas dukungan luar biasa selama turnamen ini. Saya berharap pada pertandingan 15 Agustus nanti stadion kembali penuh. Cara terbaik untuk memberikan apresiasi kepada para pemain adalah dengan terus mendukung mereka secara langsung di stadion,” ucap dia.
Di sisi lain, final ini menjadi panggung pembuktian bagi pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, yang baru saja memegang tongkat estafet kepemimpinan dari Bojan Hodak.
Meski harus menelan kekalahan di partai final, performa Maung Bandung di bawah arahannya tetap menuai sorotan positif mengingat banyaknya pemain kunci yang absen karena panggilan tim nasional.
Igor mengakui bahwa transisi dari posisi asisten menjadi pelatih kepala menghadirkan tantangan psikologis yang unik bagi dirinya.
“Agak sedikit lucu. Karena saat berada di ruang ganti semua terasa biasa saja, tetapi saat pertandingan terkadang saya menoleh dan berpikir Bojan yang akan berjalan, serta bersuara kencang,” ujar Igor seperti dikutip dari JPNN.com.
Ia menambahkan bahwa perlahan-lahan rasa canggung tersebut mulai menghilang seiring dengan meningkatnya intensitas komunikasi dengan staf pelatih baru.
“Makin banyak pertandingan yang saya lewati di sini, saya rasa semuanya akan baik-baik saja,” ujarnya.
Keberhasilan Igor membawa Persib hingga ke partai puncak menjadi sinyal bahwa proses adaptasi taktis berjalan ke arah yang menjanjikan bagi masa depan tim.
Bagi kedua pelatih, Piala Presiden 2026 telah memberikan gambaran objektif mengenai kekuatan dan kelemahan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai.
Bernardo Tavares kini memiliki modal kepercayaan diri yang besar dengan organisasi permainan yang disiplin dan efektif.
Sementara itu, Igor Tolic kini memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan identitas permainan Persib Bandung di masa depan.
Turnamen pramusim ini sukses menjadi ajang validasi bagi dua nakhoda baru untuk membuktikan kapasitas mereka di panggung sepak bola nasional.


