Garut – Kabupaten Garut dinilai memiliki modal sejarah, daya tarik wisata, dan kekuatan ekonomi yang bisa dibawa ke panggung internasional. Penilaian itu mengemuka dalam agenda Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bertajuk “BKSAP Day” yang digelar di Garut, Jawa Barat, Kamis (06/08/2026).
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mengatakan diplomasi parlemen tidak semestinya berhenti pada pembahasan isu-isu global. Menurut dia, kerja diplomasi juga harus memberi manfaat langsung bagi pembangunan daerah.
“Wilayah ini telah lama memikat bangsa-bangsa lain baik dalam wisata, produk kerajinan kulitnya, komoditas perkebunan dan pertaniannya, hingga sumber daya alamnya. Dan ini tentu menjadi modal penting pembangunan bagi wilayah yang konon lama dikenal sebagai Swiss van Java ini,” ujar Husein saat berdiskusi dengan bupati, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten, dan pimpinan DPRD Garut.
Ia menambahkan, BKSAP memiliki sejumlah jalur yang bisa dimanfaatkan daerah untuk memperluas jejaring dan promosi potensi. Dalam kerja sama bilateral misalnya, DPR RI periode ini membawahi sedikitnya 102 Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) dengan parlemen negara sahabat.
Skema itu, kata Husein, efektif untuk membuka peluang kolaborasi secara lebih langsung. Salah satu contohnya terjadi pada 2025 ketika BKSAP menjalankan misi diplomatik ke Rusia dan bertemu Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Rusia-Indonesia, Shamsail Aliyev.
Dalam pertemuan itu, Shamsail mengusulkan kerja sama sister city dengan Grozny sekaligus menawarkan penguatan potensi daerah. Husein menilai tawaran tersebut menarik bagi Garut yang dikenal dengan panorama pegunungan, serta komoditas pertanian seperti akar wangi dan biji kopi.
Tak hanya di level bilateral, BKSAP juga aktif di forum regional seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Di forum itu, lembaga tersebut ikut merespons isu kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence serta transisi menuju energi hijau.
Menurut Husein, Garut dapat mengambil peran dengan menyumbang gagasan seputar literasi digital dan peningkatan keterampilan vokasi untuk green jobs bagi generasi muda.
Di tingkat multilateral melalui Inter-Parliamentary Union (IPU), BKSAP juga mengawal isu Indikasi Geografis dan Hak Kekayaan Intelektual atau TRIPS. Isu itu dinilai sangat relevan dengan Garut yang tengah memproses pendaftaran Indikasi Geografis bagi produk khas seperti akar wangi dan kerajinan kulit.
Husein juga mendorong daerah itu memanfaatkan jejaring 580 pelaku diplomasi parlemen yang ada di DPR RI secara individual. Ia menilai kekuatan jejaring tersebut dapat menjadi pintu untuk mengangkat potensi Garut ke tingkat yang lebih luas.
Menutup keterangannya, Husein mengingatkan bahwa pesona Garut sudah lama dikenal dunia sejak masa Hindia Belanda. Ia menyinggung promosi kawasan Cipanas hingga catatan kunjungan aktor legendaris Charlie Chaplin yang dikabarkan terpesona oleh keindahan Mooie Garoet.
“Semoga keindahan Garut dapat terus menjadi bekal inspirasi BKSAP menjembatani potensi Garut ke dunia internasional,” kata politisi Fraksi Gerindra itu.


