Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan lahan sawah rusak akibat bencana hidrometeorologi. Upaya ini dilakukan melalui skema revitalisasi dan perlindungan lahan guna menjamin keberlanjutan pasokan beras, ketahanan pangan daerah, serta mempercepat pemulihan kehidupan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya telah mendata lahan pertanian terdampak untuk memastikan luas lahan produktif tetap terjaga. Pemerintah tidak hanya merehabilitasi lahan melalui revitalisasi dan cetak sawah, tetapi juga memperkuat kebijakan perlindungan agar tidak terjadi alih fungsi lahan demi menjaga produktivitas pangan.
"Proteksi lahan pertanian di daerah itu menjadi fokus pemerintah. Kita sudah rapat, kita sudah tegaskan tidak boleh alih fungsi lahan, titik. Dan ini sudah ada undang-undangnya, jadi tidak boleh lagi ada pelanggaran," kata Amran saat kunjungan di gudang Bulog, Karawang, Kamis (23/4/2026).
Bersamaan dengan pendataan lahan rusak, pemerintah secara paralel menyalurkan bantuan bibit dan benih unggul agar petani segera kembali menanam. "Semua yang terkena dampak, pemerintah memberikan bantuan, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semua sawah yang rusak itu ditanggung oleh pemerintah," kata Amran.

