Jakarta – Rismon menyoroti pentingnya "provenance" atau asal-usul sumber dalam dunia digital forensik. Menurutnya, keaslian sumber menjadi kunci utama untuk membuktikan apakah sebuah konten valid atau hasil manipulasi.
"Dalam digital forensik, yang paling penting adalah provenance, keotentikan dari sumber," ucapnya.
Rismon mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan JK, apalagi menyebut namanya dalam kajian yang ia buat. Karena itu, ia menolak bertanggung jawab atas isi video yang beredar.
"Saya tidak bertanggung jawab terhadap isi informasi visual maupun audio dalam video AI tersebut," ujar dia.
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menambahkan pihaknya memilih menunggu proses hukum berjalan. Ia mengklaim kliennya dirugikan karena namanya terus dikaitkan dengan pernyataan yang disebut tidak pernah ada.

