Jakarta – 31 Desember menyimpan beragam peringatan penting. Malam ini dirayakan sebagai Malam Tahun Baru 2026, menandai berakhirnya tahun 2025.
Malam nanti, banyak orang merayakan dengan berbagai kegiatan untuk menyambut tahun baru 2026. Namun, tanggal ini juga menjadi pengingat peristiwa memilukan, yakni ledakan bom di sejumlah daerah pada malam tahun baru 2002. Ledakan terjadi di Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio Satu, Jakarta Selatan, serta di Kota Palu dan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Selain itu, 31 Desember diperingati sebagai Hari Meditasi Perdamaian Dunia, momen untuk merenungi perbuatan selama setahun terakhir dan fokus pada pengembangan diri. Hari ini juga dirayakan sebagai Hari Sampanye Nasional, terutama bagi para pecinta minuman tersebut.
Tanggal ini juga menjadi hari bersejarah bagi Indonesia karena menjadi hari pembubaran VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) akibat korupsi, utang, dan persaingan. Terakhir, 31 Desember merupakan momentum spesial karena menjadi hari pemutaran perdana film pertama produksi Indonesia, "Loetoeng Kasaroeng".
Berikut rincian peringatan yang jatuh pada 31 Desember:
Malam Tahun Baru 2026
31 Desember adalah hari terakhir dalam kalender Gregorian. Kalender ini pertama kali diperkenalkan oleh Vatikan di Roma pada Oktober 1582. Paus Gregorius menetapkan bahwa setiap tahun dimulai pada 1 Januari, sehingga Malam Tahun Baru dirayakan pada 31 Desember.
Perayaan Malam Tahun Baru mulai ditayangkan di stasiun televisi American Broadcasting Company (ABC) lewat program Dick Clark’s New Year’s Rockin’ Eve.
Ledakan Bom Malam Tahun Baru 2002
Pada 1 Januari 2002, sekitar pukul 03.30 WIB, ledakan bom terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Studio Satu, Jakarta Selatan. Akibat ledakan, Hasbalah dan seorang korban lainnya mengalami luka berat.
"Hingga kini, polisi masih menyelidiki nomor register granat itu," ungkap Kepala Polda Metro Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara saat itu.
Insiden serupa juga terjadi di tiga gereja di Kota Palu dan Poso, Sulawesi Tengah.
Hari Meditasi Perdamaian Sedunia
Hari Meditasi Perdamaian Sedunia bukan hanya untuk perenungan diri, tetapi juga momentum untuk menyatukan warga dunia di tengah perbedaan. Perayaan ini bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan mencegah terjadinya perang dan kekerasan.
Pada tahun 1980-an, sebuah eksperimen sosial dilakukan di Yerusalem untuk memastikan apakah upaya meditasi dapat membantu pencegahan perang atau tidak. Usai meditasi dijalankan, hasil dari eksperimen ini pun mulai terlihat. Kejahatan dan kekerasan jalanan di Kota Lebanon mulai berkurang.
Hari Sampanye Nasional
Hari Sampanye Nasional tidak terdaftar secara resmi, namun secara tradisional, sampanye lumrahnya memang dibuka pada perayaan malam tahun baru.
Sampanye pada awalnya berasal dari Prancis Timur Laut dan hanya berupa anggur merah muda yang tidak berkarbonasi. Namun, kini sampanye telah berubah menjadi minuman bersoda yang digemari oleh berbagai kalangan.
Pembubaran VOC
Penyebab kebangkrutan VOC mengantarkan organisasi dagang ini pada keruntuhannya. VOC merupakan organisasi dagang yang dikenal telah menjajah Nusantara. Selama beroperasi, VOC menimbulkan pemerasan, penipuan, perampokan, kerja paksa, perbudakan, dan peperangan.
Penyebab kebangkrutan VOC dipicu serangkaian faktor. Korupsi, utang, dan persaingan menjadi salah satu penyebab kebangkrutan VOC.
Pemutaran Perdana Film Produksi Indonesia
Film produksi dalam negeri mulai dibuat pada tahun 1926. Film tersebut berjudul Loetoeng Kasaroeng. Perusahaan yang menaungi produksi film ini bernama N.V Java Film Company.
Karena ceritanya yang lekat dengan budaya Sunda, film Loetoeng Kasaroeng mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh Sunda. Salah satu tokoh Sunda ternama yang ikut andil dalam pembuatan film ini yaitu Raden Kartabrata.


