Berita

Nadiem Kirim Belasungkawa untuk Affan Usai Masuk Mobil Tahanan

Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di kementeriannya. Nadiem, yang menjadi tersangka kelima dalam perkara ini, terlihat mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung) saat keluar dari gedung Pidana Khusus pada Kamis, 4 September 2025.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, mengonfirmasi penetapan Nadiem dengan inisial NAM. Nadiem diketahui menjabat sebagai Mendikbudristek periode 2019-2024.

Jaksa menuding Nadiem melakukan kesepakatan dengan pihak Google. Setelah kesepakatan itu terjalin, Nadiem bersama empat tersangka lain diduga bekerja sama agar Chromebook menjadi pilihan utama pengadaan di Kemendikbudristek.

Penyidik Kejagung saat ini menelisik dugaan keterkaitan antara investasi Google ke PT GoTo Gojek Tokopedia pada tahun 2020 dengan terpilihnya Chromebook, produk Google, sebagai barang pengadaan untuk program digitalisasi. Nadiem sendiri merupakan pendiri Gojek, perusahaan yang kemudian merger dengan Tokopedia pada 2021.

Skandal korupsi ini melibatkan anggaran pengadaan program digitalisasi senilai Rp 9,3 triliun untuk periode 2019-2022. Dari total anggaran tersebut, sebanyak 1,2 juta unit laptop Chromebook diadakan. Sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN.

Dinkes Padang Imbau Warga Batasi Konsumsi Daging Kurban

Di tengah sorotan kasus korupsi yang menjeratnya, Nadiem menyempatkan diri menyampaikan bela sungkawa. Ia mengucapkan dukacita mendalam kepada pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal setelah dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya.

Insiden tragis yang menimpa Affan terjadi saat hendak membubarkan demonstran di DPR RI pada 28 Agustus 2025. “Bela sungkawa saya kepada Affan dan ojol-ojol,” ujar Nadiem saat berjalan menuju mobil tahanan. Affan merupakan salah satu mitra pengemudi di Gojek, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem pada tahun 2010.

Affan Kurniawan tewas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Saat itu, ia tengah mengantarkan pesanan makanan sehingga harus menerobos kerumunan demonstran.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, Affan sempat terjatuh sebelum akhirnya dilindas rantis tersebut. Sejumlah saksi mata menyatakan Affan saat itu hendak mengambil telepon selulernya yang terjatuh. Kematian Affan Kurniawan memicu gelombang demonstrasi besar-besaran terhadap kepolisian.

Komentar
Dua Pelaku Curanmor Bermodus Paranormal Tipu Korban Ilham

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com