Semarang – Intensitas hujan di Jawa Tengah dilaporkan meningkat signifikan pada September 2025. Sebagian wilayah bahkan telah memasuki musim hujan sejak Agustus lalu.
Kondisi ini memicu kewaspadaan terhadap potensi banjir, terutama di kota-kota padat.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menyebutkan bahwa hujan deras meluas di sebagian besar wilayah Jateng dengan pola *Mesoscale Convective Complex* (MCC).
“Hujan deras ini akan terus meluas dan persisten. Waspada banjir di kota-kota padat di Jateng. Semarang juga mulai hujan karena perluasan hujan dari barat,” ujarnya melalui akun X pribadinya.
BMKG menjelaskan bahwa sebagian wilayah Jateng, seperti Cilacap bagian selatan, Kebumen bagian selatan, dan Purworejo bagian selatan, sudah memasuki musim hujan sejak Agustus.
Pantura dan Jateng bagian timur diperkirakan menyusul pada September dan Oktober.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa awal musim hujan di Jateng cenderung lebih maju dari biasanya.
Faktor-faktor seperti suhu air laut yang hangat dan masuknya Monsun Baratan atau Asia Monsun menjadi penyebabnya.
BMKG juga memprediksi sifat musim hujan secara umum normal hingga atas normal. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami sifat musim hujan di atas normal, termasuk Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, dan sejumlah kabupaten seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Kudus, Karanganyar, dan Wonogiri.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes dan Pekalongan, serta Kabupaten Batang, Wonosobo, Kendal, Magelang, Boyolali, Sragen, Jepara, dan Pati juga termasuk dalam daftar tersebut.
Sebagian wilayah Kota Semarang dan Salatiga, serta sebagian wilayah Kabupaten Semarang, Banjarnegara, Cilacap, Temanggung, dan Demak, juga diperkirakan mengalami hal serupa.
Sebagian kecil wilayah Kabupaten Grobogan, Rembang, dan Blora juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan, Rembang, dan Blora diprediksi mengalami sifat hujan normal.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kota Semarang dan Salatiga, serta sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Temanggung, dan Semarang.

