Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang akrab disapa Sara, secara mengejutkan menyatakan pengunduran dirinya dari kursi parlemen pada Rabu, 10 September 2025. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi atas pernyataannya dalam siniar yang dinilai menyakiti hati masyarakat.
Fraksi Gerindra DPR mengaku terkejut dengan langkah politikus perempuan tersebut. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, mengungkapkan bahwa Sara merupakan kader sekaligus anggota parlemen yang sangat aktif dan berdedikasi.
“Buat kami dia salah satu kader yang sangat aktif di dapilnya dan sangat peduli terhadap peran serta perempuan di politik,” ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 11 September 2025. Ia menambahkan bahwa Sara dikenal minim kontroversi, sehingga keputusan ini cukup mengagetkan Fraksi.
Meski demikian, Fraksi Gerindra menyatakan menghormati keputusan pengunduran diri Sara. Di sisi lain, mereka juga merasa perlu menghormati mandat yang telah diberikan oleh rakyat kepada politikus tersebut.
Sara terpilih dari daerah pemilihan Daerah Khusus Ibukota Jakarta III, yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan perolehan sekitar 227 ribu suara. “Sebagian adalah mandat yang diberikan masyarakat dari tiga wilayah tersebut kepada kader kami yang bernama Rahayu Saraswati,” jelas Bambang.
Per Kamis, 11 September 2025, Fraksi Gerindra telah sepakat untuk menonaktifkan Sara dari DPR. Fraksi juga sedang mengkaji dan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengenai langkah pengunduran diri ini.
Bambang memastikan Partai Gerindra akan menindaklanjuti pengunduran diri keponakan Presiden Prabowo Subianto itu sesuai dengan kaidah dan ketentuan undang-undang yang berlaku. “Karena beliau adalah anggota DPR dan juga merupakan kader partai,” tegasnya.
Rahayu Saraswati sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan di media sosial, Rabu, 10 September 2025. Ia menjelaskan bahwa pengunduran diri itu berkaitan dengan ucapannya yang dinilai menyakiti hati masyarakat.
Pernyataan yang dimaksud Sara ditayangkan dalam sebuah siniar pada Februari 2025. Menurutnya, potongan ucapannya itu dipotong dan sengaja diviralkan di media sosial pada pertengahan Agustus lalu untuk menyulut amarah publik. “Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra,” tulis Sara dalam akun Instagram-nya.

