Odense – Tunggal putri nomor satu dunia An Se Young dari Korea Selatan sukses menjuarai Denmark Open 2025 Super 750. Ia mengalahkan peringkat kedua dunia, Wang Zhi Yi asal China, dalam pertandingan final yang berlangsung di Jyske Bank Arena, Minggu (19/10) malam WIB. An Se Young meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-5 dan 24-22.
Gelar ini menjadi yang pertama bagi An Se Young di Denmark Open. Kemenangannya juga mencetak sejarah sebagai tunggal putri Korea pertama yang meraih trofi ini sejak Lee Young-Suk pada 1987. Raihan ini sekaligus menandai gelar kedelapan An Se Young sepanjang musim kompetisi 2025.
Pada gim pertama, An Se Young tampil dominan. Ia dengan mudah mengungguli Wang Zhi Yi, yang terkesan menyerahkan gim tersebut di pertengahan laga, sehingga An menutup gim dengan skor telak 21-5.
Namun, gim kedua menyajikan drama yang jauh berbeda. Wang Zhi Yi menunjukkan permainan luar biasa dan sempat memimpin jauh 18-10. An Se Young yang tertinggal delapan poin, memukau penonton dengan kebangkitan yang tak terduga.
Dengan tekad baja, An Se Young mengeluarkan semua jurusnya. Ia berhasil menyelamatkan game point yang didapat Wang Zhi Yi dan menolak untuk memainkan gim ketiga. “Saya hanya berkata dalam hati, jangan menyerah, jangan menyerah. Ini selangkah lagi. Ayo,” ungkap An Se Young, menegaskan fokus dan ketenangan yang ia jaga. Poin terakhir diperoleh setelah pengembalian kok dari Wang Zhi Yi keluar lapangan, mengunci kemenangan 24-22.
An Se Young mengakui bahwa kebanyakan pemain kemungkinan besar sudah menyerah saat tertinggal 10-18, tetapi bukan dirinya. Mentalitas juara yang kuat terbukti menjadi kunci kemenangannya.
Delapan gelar juara yang telah dikoleksi An Se Young pada musim 2025 meliputi Malaysia Open Super 1000, India Open Super 750, Orleans Masters Super 300, All England Super 1000, Indonesia Open Super 1000, Japan Open Super 750, China Masters Super 750, dan kini Denmark Open Super 1000.
Performa impresif ini membuat An Se Young semakin mendekati rekor tunggal putra Jepang, Kento Momota. Momota berhasil mengoleksi sebelas gelar juara dalam satu musim pada 2019, pencapaian yang membuatnya tercatat dalam Rekor Dunia Guinness. Gelar-gelar Momota saat itu termasuk German Open Super 300, All England Super 1000, Singapore Open Super 500, Japan Open Super 750, China Open Super 1000, Korea Open Super 500, Denmark Open Super 750, Fuzhou China Open Super 750, BWF World Tour Finals 2019, Juara Asia 2019, dan Juara Dunia 2019.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan menyamai atau bahkan melampaui rekor Momota, An Se Young menjawab, “Dia (Momota) memenangi 11 gelar? Sulit untuk mengejar, tetapi saya akan berusaha sebaik mungkin.” Dengan masih banyaknya ajang BWF World Tour tahun ini, termasuk French Open 2025 Super 750 pekan ini, perjalanan An Se Young untuk menambah koleksi gelarnya masih panjang.

