PARIS – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, guna memperkuat kerja sama strategis kedua negara. Pertemuan ini mencakup pembahasan mendalam mengenai sektor pertahanan, energi bersih, riset, hingga negosiasi perjanjian dagang Indonesia dengan Uni Eropa.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin negara menekankan pentingnya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang secara konsisten mendukung solusi dua negara demi mewujudkan keadilan bagi Palestina.
“Indonesia berpandangan tidak mungkin ada perdamaian tanpa solusi dua negara dan keadilan bagi Palestina,” ujar Prabowo dalam pernyataan pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/5).
Prabowo turut memberikan apresiasi kepada Prancis yang dinilai aktif mendorong negara-negara Eropa serta Barat untuk memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Menurutnya, stabilitas di Timur Tengah merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga.
Terkait hubungan bilateral, Prabowo menyatakan bahwa kemitraan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada titik terbaik. Kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari sektor pertahanan, sains, hingga teknologi.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kolaborasi ekonomi guna menarik investasi lebih besar ke Indonesia. Sebagai langkah konkret, dibentuklah *France-Indonesia Business High Level Council*.
“Ini penting, kami gembira atas partisipasi perusahaan Prancis dalam ekonomi Indonesia,” imbuhnya.
Kunjungan ini menjadi catatan perjalanan kelima Prabowo ke Prancis sejak resmi menjabat sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024. Lawatan ini mempertegas komitmen pemerintah Indonesia untuk terus menjalin kemitraan erat dengan Prancis dalam menghadapi tantangan global dan domestik.

