Jakarta – Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto mendesak percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Ibu Kota karena program itu dinilainya dapat memberi dampak langsung bagi perekonomian warga. Ia menilai koperasi tersebut bukan sekadar proyek kelembagaan, melainkan sarana yang bisa membantu masyarakat dari tingkat akar rumput hingga pelaku usaha kecil.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026, Wahyu menegaskan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih memiliki tujuan besar. Program ini, kata dia, diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, mendorong kemandirian desa, sekaligus menjaga ketahanan pangan.
Wahyu juga menjelaskan koperasi itu disiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan penyedia layanan dasar. Dengan fungsi tersebut, kehadirannya diharapkan ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Di Jakarta, pemerintah menargetkan sedikitnya 267 Kopdes Merah Putih dapat dibangun. Hingga kini, jumlah yang sudah terealisasi tercatat 117 unit.
Sejumlah lokasi yang telah berdiri antara lain di Jakarta Selatan, yakni di Blok M Hub, Kebayoran Baru. Di Jakarta Timur, koperasi berada di Gang Rejeki, Pasar Rebo, serta di Kelurahan Makasar.
Untuk wilayah Jakarta Pusat, Kopdes Merah Putih berlokasi di Pos Terpadu RW 02, Kemayoran. Adapun di Jakarta Utara, koperasi berdiri di Kantor Sekretariat RW 02 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Politisi Partai Gerindra itu menekankan peran koperasi ini sangat penting bagi pelaku UMKM. Menurut Wahyu, Kopdes Merah Putih dapat menjadi jawaban atas kebutuhan pelatihan, pendampingan, dan akses modal agar UMKM lokal mampu tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

