Berita

Polisi Membekuk Andre The Doctor di Malaysia Terkait Jaringan Narkoba Internasional

Jakarta – Kepolisian telah menangkap Andre Fernando alias The Doctor yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin dan tempat hiburan malam White Rabbit pada 5 Maret 2026. Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya menangkap The Doctor di sebuah apartemen di Penang, Malaysia. Menurutnya, yang bersangkutan ditangkap ketika sedang bersama perempuan asal Kazakhstan berinisial BR.

"Yang bersangkutan berada di Crowne Plaza Penang Straits City, Jalan Bagan Luar, Butterworth, Pulau Penang di kamar nomor 1923 bersama satu orang perempuan kewarganegaraan Kazakhstan," ungkap Eko kepada wartawan, Selasa (8/4/2026).

Menurutnya, saat itu tim gabungan langsung melakukan penggeledahan, namun paspor yang bersangkutan tidak ditemukan. Oleh karena itu, The Doctor tidak langsung dipulangkan atau dideportasi. Proses pemulangan dilakukan setelah KJRI Penang menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Berdasarkan hasil interograsi, The Doctor mengaku sempat kabur setelah tahu dirinya menjadi buronan. Selain itu, ia sempat membuang handphone bermerek di jalan tol dari Kuala Lumpur ke Selangor untuk menghilangkan jejak. Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan dan analisa transaksi, The Doctor menggunakan rekening salah satu bank swasta sebagai tempat penampungan dan perputaran dana.

"Diketahui bahwa rekening tersebut digunakan sebagai rekening penampungan dan perputaran dana yang berkaitan dengan transaksi narkotika serta transaksi lain yang digunakan sebagai sarana penyamaran aliran dana," kata Eko.

Dinkes Padang Imbau Warga Batasi Konsumsi Daging Kurban

Kini, The Doctor telah dibawa ke Bareskrim Polri guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Diketahui, Andre The Doctor merupakan penyuplai dari dua jaringan yang ada di Indonesia, yaitu Erwin Iskandar dan White Rabbit. Koko Erwin merupakan bandar sabu yang sempat menjadi perbincangan setelah diduga menyetor Rp 2,8 Miliar buat eks Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro.

Koko Erwin ditangkap di Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara. Diduga kuat, Koko Erwin yang sudah berstatus DPO hendak melakukan penyebrangan dengan kapal menuju Malaysia. Nama Koko Erwin disebut-sebut dalam kasus narkoba yang melibatkan dua pejabat Polres Bima Kota yakni Malaungi dan Didik. Keduanya kini sudah dicopot.

Namanya pertama kali muncul setelah kuasa hukum Malaungi membeberkan rangkaian berita acara pemeriksaan kliennya. Pengacara menyebut, Malaungi saat menjabat Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota mengaku kenal dengan Koko Erwin selaku bandar narkotika yang memberinya sabu sebanyak 488 gram di Hotel Marina Inn, Kota Bima pada akhir tahun 2025. Penyerahan sabu dalam lima kantong plastik itu disebut sebagai tindak lanjut pemberian suap senilai Rp1 miliar dari Koko Erwin.

Polisi juga sebelumnya membongkar praktik peredaran narkoba di tempat hiburan malam White Rabbit, Jakarta Selatan. Kasus ini terungkap setelah serangkaian penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan polisi. Ternyata ada peran Andre ‘The Doctor’ dalam kasus narkoba di kelab malam tersebut. Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil penyelidikan terhadap dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam White Rabbit yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 42, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Dalam operasi tersebut, Tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengamankan lima orang tersangka. Mereka terdiri dari dua bandar, yakni Farid Ridwan dan Erwin Septian, serta tiga karyawan White Rabbit, masing-masing Rully Endrae selaku supervisor, Memo Hasian Nababan alias Sean selaku captain, dan Rizky Fridayanti alias Kiki yang bertugas sebagai server atau waiter. Kasus ini kemudian berkembang hingga menyeret pihak manajemen lainnya. Polisi pun menangkap pemilik White Rabbit Alex Kurniawan dan Manajer Operasional Yaser Leopold Talahatu.

Dua Pelaku Curanmor Bermodus Paranormal Tipu Korban Ilham

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com