Pariwisata

Yogyakarta Siaga: Antisipasi 1,7 Juta Wisatawan Nataru di Tengah Cuaca Ekstrem


Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata memperketat langkah mitigasi risiko dan menyiapkan strategi keselamatan wisatawan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kewaspadaan ini muncul seiring proyeksi lonjakan kunjungan wisatawan nusantara dan peringatan dini cuaca ekstrem.

Dinas Pariwisata DIY memproyeksikan kunjungan wisatawan nusantara selama momentum Nataru 2025/2026 akan mencapai antara 1,5 hingga 1,7 juta orang. Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Lis Dwi Rahmawati, menyebut Desember merupakan puncak kunjungan, dengan perkiraan 1,7 juta orang datang menyambangi Yogya.

Angka proyeksi tersebut didasarkan pada peningkatan signifikan permintaan pemesanan kamar hotel dan reservasi perjalanan dari sektor transportasi umum serta biro perjalanan menjelang akhir tahun ini.

Sejumlah destinasi populer diprediksi akan mengalami kepadatan tinggi. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Kaliurang, Pantai Glagah, dan Kebun Binatang Gembira Loka. Sementara di pusat kota, Malioboro, Tugu Yogyakarta, serta Taman Pintar juga diperkirakan sangat ramai.

Lis Dwi Rahmawati menekankan bahwa peningkatan curah hujan di akhir tahun berpotensi menimbulkan risiko di beberapa kawasan. Ia mengimbau wisatawan untuk mewaspadai destinasi yang memiliki kerawanan saat cuaca ekstrem, khususnya area rawan longsor seperti perbukitan Menoreh (Kulon Progo), Pegunungan Sewu, dan perbukitan Patuk–Imogiri (Bantul).

BIM Sambut Lonjakan Penerbangan, Arus Penumpang Meningkat Tajam

Senada, pengamat pariwisata sekaligus Dosen Prodi Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadhi M. Makhasi, mengingatkan pentingnya pemahaman mitigasi risiko bagi wisatawan, terutama saat beraktivitas di luar ruang. “Misalnya, ketika berkemah di sekitar danau atau aliran sungai, kondisi cuaca dan potensi bahaya harus sangat diperhatikan,” ujarnya.

Ghifari menekankan agar pelaku wisata melakukan penilaian risiko (risk assessment) komprehensif sebelum menawarkan paket. Penyedia layanan juga wajib melakukan penanganan risiko (risk treatment) demi menjamin keamanan wisatawan.

Ia menambahkan, pemerintah dan industri pariwisata perlu memiliki langkah antisipasi yang solid. “Mitigasi menjadi krusial, dan wisatawan harus mendapatkan rekomendasi yang jelas untuk tetap aman,” tegasnya. Menurut Ghifari, Yogyakarta harus mampu menunjukkan citra sebagai destinasi tangguh dan aman di tengah potensi cuaca ekstrem. Ia bahkan mengusulkan Pemerintah DIY mulai mempromosikan konsep wisata adaptif cuaca selama libur Nataru, mengacu pada prediksi BMKG.

“Mulai 3 Desember 2025, BMKG telah memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah DIY,” jelas Ghifari. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, genangan air, dan kerusakan infrastruktur.

Ghifari mendorong Pemerintah DIY untuk secara intens menginformasikan perkiraan cuaca dari BMKG dan BPBD kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku wisata, pengelola penginapan, operator, dan masyarakat umum. Protokol mitigasi di destinasi wisata, meliputi perawatan drainase, pengecekan struktur bangunan, dan penyiapan jalur evakuasi, juga harus diperkuat.

Kepulauan Seribu Diserbu 5 Ribu Turis Saat Libur Natal

Ia menyarankan promosi aktivitas wisata dalam ruangan (indoor) yang fleksibel, seperti mengunjungi museum, berwisata budaya, mengikuti workshop, atau menikmati kuliner lokal. Selain itu, pengembangan wisata edukasi alam dan lingkungan juga dinilai penting untuk mengajarkan wisatawan dan komunitas lokal cara beradaptasi dengan cuaca ekstrem, termasuk persiapan perlengkapan hujan, peta jalur evakuasi, informasi posko, dan kontak darurat.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi untuk memonitor pergerakan wisatawan menjelang Nataru. “Yang terpenting adalah memastikan wisatawan aman dan nyaman selama berlibur di Yogya, serta mengarahkan mereka untuk mematuhi imbauan di lokasi wisata,” pungkas Andriana.

Komentar

Berita Populer

01

PSI Mendesak DKI Terapkan Jadwal Pengambilan Sampah Setelah Longsor Bantargebang

02

Kapitalisasi Pasar Saham Syariah Indonesia Sentuh Rp7.578 Triliun, Kuasai Mayoritas Pasar

03

AHY Yakinkan Prabowo: Demokrat Turun ke Daerah, Bukan Taktik Pemilu Dini

04

Jawa Tengah Siapkan Strategi, Antisipasi Kemacetan dan Bencana Mudik Lebaran

05

Kapolri Awasi Tesso Nilo, Pulihkan Habitat Gajah Sumatera Seluas 81 Ribu Hektare

06

Bencana Sumut: Ribuan Korban Mengungsi, Pemerintah Percepat Relokasi Hunian

Berita Terbaru











× www.domainesia.com
× www.domainesia.com