SLEMAN, Gonesia.com – Pelatih kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan bahwa posisi dalam daftar susunan pemain utama untuk kompetisi Super League 2026/27 masih sangat terbuka bagi seluruh penggawa tim.
Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, juru taktik asal Belanda tersebut menolak untuk memberikan jaminan tempat kepada pemain mana pun dalam komposisi starting XI.
Strategi ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga intensitas persaingan internal di dalam skuad berjuluk Super Elang Jawa tersebut.
Huistra menekankan bahwa kedalaman materi pemain yang dimiliki PSS Sleman saat ini memberikan fleksibilitas taktis yang cukup luas.
Ia ingin memastikan bahwa setiap individu yang nantinya diturunkan sejak menit pertama benar-benar berada dalam level performa tertinggi.
Kriteria penilaian yang diterapkan oleh sang pelatih mencakup aspek fisik, pemahaman taktik, hingga chemistry antarpemain di lapangan hijau.
“Saya sudah memiliki gambaran besarnya. Tetapi, gambaran itu masih sangat luas karena kami memiliki banyak pilihan,” ujar Huistra seperti dilansir JPNN.com melalui laman resmi ILeague.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal peringatan bahwa posisi pemain yang saat ini diproyeksikan sebagai starter masih bisa tergeser kapan saja.
Ketidakkonsistenan performa dalam sesi latihan maupun pertandingan uji coba akan menjadi variabel penentu bagi tim pelatih dalam mengambil keputusan akhir.
Faktor kebugaran fisik menjadi perhatian paling krusial yang terus dipantau secara ketat oleh staf kepelatihan PSS Sleman.
Ia menambahkan bahwa pemain yang sempat terkendala cedera ringan dan minim menit bermain dalam laga pramusim akan mendapatkan perhatian khusus.
Menurutnya, pemain-pemain tersebut harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan kondisi fisik dibandingkan rekan setim lainnya.
“Terutama bagi pemain yang sempat mengalami cedera ringan dan belum banyak tampil dalam pertandingan uji coba. Mereka mungkin sedikit tertinggal dibandingkan pemain lainnya,” jelasnya.
Situasi ini menuntut seluruh pemain untuk selalu menunjukkan performa terbaik dalam setiap kesempatan yang diberikan selama masa persiapan.
Huistra tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum ia melihat kesiapan mental dan teknis yang merata di seluruh lini.
Ia menegaskan bahwa waktu yang tersisa menjelang kick-off kompetisi akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mematangkan pola permainan.
Konsistensi pemain dalam menerjemahkan instruksi taktik di lapangan akan menjadi tolok ukur utama dalam menentukan siapa yang paling layak masuk dalam susunan utama.
“Semuanya tergantung pada seberapa bugar kondisi setiap pemain dan seberapa sering mereka sudah bermain bersama dalam latihan maupun pertandingan uji coba,” katanya.
Persaingan yang sengit ini diharapkan mampu mendongkrak performa kolektif PSS Sleman saat menjalani kompetisi resmi nantinya.
Manajemen tim berharap ketegasan pelatih dalam menentukan komposisi pemain dapat membuahkan hasil positif bagi target klub musim ini.
“Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti,” ujarnya.


